Lada Hitam Lampura Dilirik 20 Negara

  • Bagikan

radarlampung.co.id –  Melalui sentuhan tangan kaum milenial, kejayaan lada hitam dipercaya dapat kembali menjadi ikon Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Duta Petani Milenial Kementan-RI, Graha Adi Pasiaman mengatakan, paradigma saat ini ada pada petani, harus diubah. Khususnya petani lada hitam di Provinsi Lampung pada umumnya, dan Lampura khususnya. Sebab, dengan pola-pola lama akan tertinggal, dan beralih pada pola kekinian.


“Banyak hal yang dapat merubah paradigma itu, salah satunya bahwa komoditas ini (lada hitam, Red) dibutuhkan oleh 20 negara didunia. Karena perjualan adalah masalah sering ditemui dilapangan hingga beralih. Dan Indonesia merupakan penghasil tertinggi dunia. apa didaerah kita sepanjang tahun mendapat cahaya matahari cukup? Sementara di negara lain kadang faktor cuaca, semisal salju turun, iklim yang teramat panas dapat merusak hasil panennya, “katanya disela kunjungannya di Lampura, Senin, (20/9).

Menurutnya, itu menjadi nilai lebih seperti star-up, sertifikasi halal untuk masalah penjualan akan didorong. Dan selama ini, cara pengelolaan masih konvensional. Harus ditingkat dengan intensifikasi. Semisal bibit varietas unggul, perawatan, penyuluh, dan lainnya.

“Alhamdulillah disini, umumnya Lampung telah di akomodir di pusat sebagai daerah penghasil lada hitam terbaik dan terbanyak se-nusantara. Oleh karena itu, kehadiran kami disini untuk bersama-sama bagaimana ini semua dapat memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan daerah. Pemkab kita sendiri telah menjadikannya sebagai program unggulan, Menjadikan Lampura Sebagai Sentra Lada Hitam Lampung,” terangnya.

Baca Juga:   Bejat, Kakek Cabuli Bocah 9 Tahun

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) ini menambahkan, banyaknya industri, membutuhkan komoditas yang selama ini dijadikan bahan makanan. Oleh karena itu, perlu didukung mulai dari hulu sampai ke hilir.

Sehingga, minat masyarakat untuk menanam tanaman satu kali musim pertahun itu sebagai tanaman inti di kebunnya.

“Duta milenial ini sebenarnya belum lama dilantik, tapi kami berupaya maksimal mendukung program pertanian. Seperti pembentukan duta petani di kecamatan dan desa, lalu Pusat Pelatihan Pertanian Perternakan Perdesaan Swadaya (P4S). Ini guna mendukung pengembangan sekaligus peningkatan komitas pertanian, khusnya mendorong ekonomi masyarakat melalui lada hitam, “tambah, M. Jaya Saputra Abung, Duta Petani Daerah.

Sementara, Kadis Pertanian Lampura, Wahab menjelaskan, pengembangan lada hitam di Kabupaten Lampura, masih terkendala berbagai faktor.

Mulai dari masalah SDM, sampai kepada harga pasca panen. Sehingga menghambat pengembangan, dan sering terjadi relokasi tanaman (beralih).

“Seperti singkong, karet dan lainnya, oleh karena itu perlu diberi dorongan. Dan kendala dalam produksi, seperti penyakit busuk pangkal batang serta bibit kurang baik hingga berpengaruh kepada hasilnya. Serta, saat panen tiba, terkadang harga mengalami fluktuasi sesuai keadaan pasar, “terangnya.

Baca Juga:   Tiga Unsur Pelaksana Dinas Dikukuhkan

Untuk itu, sesuai dengan arahan Sekdakab Lampura, Lekok dan Bappeda (perencanaan), pemkab Lampura akan memperbaikinya secara bertahap.

Perbaikan itu, mulai dari masalah bibit unggul, SDM (penyuluh) dan pengolahan pasca panen. Hingga dapat memberikan nilai lebih, bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya meyakini, jika semua diterapkan dengan maksimal, tentu tanaman lada hitam akan kembali menjadi ikon daerah,” kata Wahab.

Disisi lain, Kepala Bappeda Lampura, Andi Wijaya menambahkan, program ladanisasi, digulirkan berdasarkan keunggulan kompetitif dan komparatifnya.

Program itu, kata Andi Wijaya, tidak sebatas kepada masalah peningkatan produksi (hulu), melainkan juga sampai kepada produk-produknya dan pemasaran.

“Jadi bukan hanya masalah peningkatan produksi, tapi lebih kepada pengolahan sampai kepada pemasaran yang sering dihadapi dilapangan, “terangnya.

Hal itu telah mendapat respon positif dari pusat. Seperti dari BPPT dan Balai Karantina, ada beberapa program yang telah di alokasikan. “Khususnya peningkatan kualitas dan hasil panen, setelah sebelumnya serta pelatihan terhadap peningkatan sumber daya manusia belum lama ini,” pungkasnya (ozy/yud)




  • Bagikan