Lagi, Kejati Periksa 4 Saksi Terkait Dana Hibah KONI


RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terus mengebut perkara tindak pidana korupsi dalam Penyalahgunaan Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2020.

Kasipenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra menjelaskan, bahwa tim penyidik terus melakukan pendalaman dan kembali memanggil 4 saksi dalam perkara ini.





“Jadi, penyidik kali ini agendanya masih melakukan pemeriksaan terhadap cabang olahraga. Diantaranya ketua cabang dan juga bendahara,” katanya, Rabu (18/5).

Adapun saksi-saksi yang diperiksa antara lain: MRA diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya selaku Bendahara Cabang Olahraga Possi/Selam KONI Provinsi Lampung.

Lalu ada DI diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya selaku Ketua Cabang Olahraga Perkemi/Kempo KONI Provinsi Lampung.

“Juga ada BDI diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya selaku Bendahara Cabang Olahraga Perkemi/Kempo KONI Provinsi Lampung,” kata dia.

Dan nama terakhir yakni SN diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya selaku Bendahara Cabang Olahraga Fasi/Terjun Payung Provinsi Lampung.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri. Juga ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Serta pemeriksaan saksi, bertujuan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara penyalahgunaan dana hibah KONI tahun anggaran 2020.

“Dimana sebelumnya, dalam tahap penyelidikan, ada beberapa fakta yang harus didalami pada kegiatan tersebut, diantaranya program kerja KONI dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga, sehingga penggunaan dana hibah KONI diduga terjadi penyimpangan dan tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,” pungkasnya. (ang/yud)