Lagi, Koperasi TKBM Panjang Serahkan 25 Unit Rumah Siap Huni untuk Anggota


(Foto Humas Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang)

RADARLAMPUNG.CO.ID – Usai sukses menaikan tarif upah buruh bongkar muat 3 persen, pengurus Koperasi Tenaga Kerja  Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang kembali menyerahkan 25 unit rumah siap huni.

Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis kepada para buruh TKBM Pelabuhan Panjang, sehingga total terdapat 298 unit perumahan yang telah terbangun.





Ketua Koprasi TKBM Pelabuhan Panjangan Agus Sujatma Surnada menjelaskan, 25 unit rumah yang diperuntukan kepada buruh yang belum memiliki rumah tersebut merupakan bentuk perhatian TKBM untuk meningkatkan kesejatraan buruh.

“Bagi kawan-kawan yang belum dapat jangan ada kekhawatiran, ada 64 lagi yang akan kita bagikan kedepan. Setelah itu ada juga progres yang masih berjalan, kita tetap akan segera koordinasi dengan pihak perbankan. Jangan ada kekhawatiran, kontrak kita ada 1.000 unit rumah yang harus berdiri di era kepemimpinan saya,” ungkap Ketua Koperasi TKBM Agus Sujatma Surnada, di sela-sela agenda pembagian perumahan buruh d kantor TKBM Panjang, Kamis (2/6/2022).

Dikatakan, buruh TKBM kini adalah buruh yang mengenyam pendidikan dan pemikiran yang luas. Serta tidak bisa terprovokasi dengan pihak yang tak bertanggungjawab.

“Semua manusia punya sejarah, mari sama-sama kita ukir sejarah untuk mensejahterakan kaum buruh. Pristiwa yang lalu, saya sebagai orang tua sudah memaafkan anak-anaknya. Saya berdiri di sini tanpa buruh saya bukan siapa-siapa. Mari ukir sejarah untuk buruh. Kita bersihkan riak-riak yang pernah terjadi. Saya juga berterimakasih kepada pengembangan yang sudah melakukan percepatan pembangunan rumah buruh yang kini sudah mencapai total 298 unit perumahan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada priode sebelumnya yakni kepemimpinan Sainin Nurjaya dalam kurun 5 tahun hanya mencapai 87 unit dan era kepemimpinan Samin ada 28 unit.

Di mana, lokasi perumahan terletak di Kampung Talang Ulu  Desa Tanjung Baru, Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan dengan pengembang PT Duta Hidup Lestari (DHL).

“Untuk pembayaran rumah telah dibayar pengurus koperasi TKBM cash tempo kepada perbankan, buruh tidak perlu mengangsur karena sudah disisihkan dari dana kesejahteraan buruh dari W-HIK,” jelasnya.

Disinggung, apa kriteria buruh yang mendapatkan bantuan perumahan tersebut, menurutnya pihaknya mengedepankan buruh yang belum memiliki rumah atau tinggal di kontrakan.

“Ini rumah untuk buruh yang belum ada rumah tinggal tetap, atau dia ngontrak,” tegasnya.

Direktur PT Duta Hidup Lestari (DHL) Tamzil menjelaskan, untuk sertifikat atau balik nama,
SHM (sertifikat hak milik) Perumahan TKBM pihak pengembang sudah melakukan pemecahan sebanyak SHM sehingga tinggal balik nama ke penghuni rumah masing-masing.

“Betul dalam MoU kami pemecahan sertifikat dapat dilakukan jika pembangunan sudah tercapai 190 unit. Akan tetapi, karena ini program percepatan kami ada kebijaksanaan, sehingga saat ini pun sudah dilakukan pemecahan sertifikat,” kata dia.

Saat ini, pihaknya menunggu kelengkapan persyaratan dokumen untuk balik nama SHM dari masing-masing anggota Koperasi TKBM.

Sementara, Kepala Disnaker Bandarlampung Wan Abdurahman menegaskan, untuk mempercepat proses keabsahan legalitas kepemilikan rumah para buruh TKBM, penerima bantuan bisa turut aktif melengkapi dokumen yang diperlukan oleh pihak TKBM dan pengembangan, karena penyelesaian bea balik nama sertifikat rumah memerlukan waktu dan proses yang cukup panjang.

“Kita berharap untuk proses balik nama surat perumaham itu diharapkan para penerima rumah secara aktif segera memenuni persyaratan adminitasi kepada pihak TKBM ,” paparnya.

Diketahui, agenda tersebut juga disaksikan beberapa instansi terkait, di antaranya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bandar Lampung, Dinas Koperasi dan UKM, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Panjang, APBMI Lampung, F-SPTI (Serikat Pekerja Transportasi Indonesia) Pelabuhan Panjang, KSKP Panjang, jajaran Pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, serta undangan terkait lainnya. (rls)