Lagi, Pasar Way Jepara Lamtim Terbakar

  • Bagikan
Warga dan petugas pemadam BPBD berusaha memadamkan api yang membakar dua toko di Pasar Way Jepara. Foto BPBD Lamtim
Warga dan petugas pemadam BPBD berusaha memadamkan api yang membakar dua toko di Pasar Way Jepara. Foto BPBD Lamtim

Radarlampung.co.id – Pasar Way Jepara Lampung Timur kembali terbakar, Rabu (5/1). Kali ini, peristiwa yang diduga disebabkan hubungan arus pendek (korsleting) listrik mengakibatkan 2 unit toko terbakar. Masing-masing, toko kain milik Pandi dan toko aksesori HP milik Arif warga Kecamatan Way Jepara.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamtim Titin Wahyuni menjelaskan, peristiwa kebakaran itu diketahui para pedagang pukul 17.00 WIB. Melihat ada api dari toko pakaian, para pedagang berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Sementara, pedagang lainnya berusha menyelematkan barang dagangan karena khawatir api menjalar ke toko mereka.

Petugas pemadam kebakaran BPBD Lamtim yang mendapat laporan peristiwa itu langsung meluncur ke Pasar Way Jepara. Dengan dibantu warga, akhirnya petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, pukul 17.40 WIB. Sehingga, api tidak menjalar ke toko lainnya.

Baca Juga:   Ludes ! Api Hanguskan Satu Rumah di Blambangan Umpu

“Tidak ada korban jiwa atas kejadian itu. Mengenai total kerugian masih dalam perhitungan,” jelas Titin Wahyuni mewakili Kepala BPDB Lamtim Mulyanda.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamtim Verzanita Hasan melalui Kabid Pasar Edi Susilo menjelaskan, peristiwa terbakarnya Pasar Way Jepara merupakan kali ke tiga terjadi.

Pertama, terjadi pada tahun 2015, kemudian tahun 2019. Menurutnya, pada kejadian tahun 2019 mengakibatkan 86 los (2×2,5 meter), toko (4 x 4 meter) dan kantor unit Pasar berikut fasilitas umumnya ludes terbakar.

Baca Juga:   Ludes ! Api Hanguskan Satu Rumah di Blambangan Umpu

Ditambahkan, sebenarnya di Pasar Way Jepara terdapat hydran untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Namun, hydran yang ada di Pasar Way Jepara kini tidak berfungsi. Karenanya, Edi Susilo berharap hydran yang rusak tersebut segera dilakukan perbaikan. (wid/sur)






  • Bagikan