Lagi, PKL Dianiaya Petugas

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Belakangan aksi arogansi petugas yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat, kerap terjadi. Kali ini, korbannya yakni seorang pedagang kaki lima (pkl) lanjut usia (lansia).

Korban yang diketahui bernama Lasmi, warga Penengahan, Kedaton, Bandarlampung melaporkan seorang oknum satuan pengaman (satpam) ke Polresta Bandarlampung.


Bibirnya masih terlihat bengkak dan berdarah setelah dipukul oleh oknum satpam yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek. “Saya ditinju pakai tangan,“ katanya.

Nenek yang sudah berjualan di sekitar daerah rumah sakit sejak tahun 80’an itu menjelaskan, peristiwa itu bermula saat seorang satpam meminta keluar dari dalam area rumah sakit tersebut.

Namun, dirinya meminta waktu sebentar lantaran ingin mengantarkan termos air milik seseorang. “Saya disuruh pulang, kata saya sebentar saya mau anter termos punya orang,” tuturnya.

Baca Juga:   Kasus Korupsi Mantan Bendahara BPBD Bandarlampung, Kejaksaan Tunggu Kelengkapan Berkas Penyidik

Dia mengatakan, satpam tersebut justru membentaknya dan terus memaksanya untuk pergi. Bahkan si nenek juga mendapatkan perlakuan kasar dan dipukul oleh pelaku.

“Dia malah bilang, ‘nggak ada urusan, pergi. Nanti saya lempar termos ini’, katanya. Terus saya dipukul pakai tangan kanan, bibir saya sampai pecah,” terangnya.

Saat peristiwa tersebut terjadi, sejumlah satpam lainnya juga sempat datang dan berusaha menengahi keduanya.

Lasmi sendiri mengaku tidak mengerti kenapa satpam tersebut sampai berbuat kasar. Lantaran menurutnya selama ini, pihaknya diperbolehkan untuk berjualan di daerah tersebut dan tidak mendapat larangan.

Atas kejadian tersebut, korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Bandarlampung. (Ega/yud)




  • Bagikan