Lampung Banyak Kelebihan, Tinggal Diperjuangkan ke Pusat

  • Bagikan
Peserta Diskusi DKI Lampung (dari kiri) : tokoh pers Donald Haris Sihotang, Ketua Harian Relawan DKI Lampung Andi Desfiandi, Rektor Unila Hasriadi Mat Akin, Chairman Radar Lampung Group Ardiansyah, Tokoh Masyarakat Nuril Hakim Yhs, Walikota Bandarlampung Herman HN, Tokoh masyarakat Miswan Rodi, Ketua MUI Lampung KH.Khairuddin Tahmid, tokoh politik Taufik Basari, perwakilan tokoh pemuda, Rektor Universitas Malahayati M.Kadafi dan perwakilan PSMTI Lampung. Foto M. Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Penandatanganan Kajian dan Deklarasi DKI Lampung oleh rektor dan elemen masyarakat digelar di GSG Fakultas Syariah Uin Radin Inten Lampung, Kamis (25/7). Selain diisi penanda tangan dan deklarasi, kegiatan itu juga diisi dengan diskusi panel para tokoh yang dipandu oleh Chairman Radar Lampung Group H. Ardiansyah.

Diskusi tersebut diisi sejumlah panelis. Diantaranya Walikota Bandarlampung Herman HN, Rektor Unila Hasriadi Mat Akin, Rektor Universitas Malahayati M. Kadafi, Ketua MUI Lampung Khairuddin Tahmid, tokoh masyarakat Nuril Hakim Yhs, Miswan Rodi, tokoh politik Taufik Basari dan Ketua Harian Relawan FGD DKI Lampung Andi Desfiandi.

Dalam diskusi tersebut, seluruh peserta sepakat Lampung memiliki kelebihan sehingga layak diusulkan menjadi ibukota negara alternatif. Menurut Walikota Herman HN, keunggulan Lampung tersebut mulai dari luasan lahan hingga dari sisi transportasi.

Baca Juga:   Kabar Duka, Walpri Gubernur Lampung Tutup Usia

“Kalau lahan kan bisa menggunakan punya PT Perkebunan Nusantara,  luas. Kan punya pemerintah juga. Material kita juga lokal banyak. Contohnya pembangunan jalan tol kan cepat. Kalaupun terhambat karena pembebasan lahan itu pun sedikit. Jadi itu harus diperhitungkan juga oleh pusat. Biar pusat melirik Lampung. Jika kebutuhan anggarannya ratusan triliun,  di Lampung hanya membutuhkan Rp50 triliun saja,  misalnya. Sisanya kan bisa dibuat kebijakan lain yang melekat kepada rakyat. Ini kan untuk rakyat juga, ” kata dia.

Mewakili Perguruan Tinggi Rektor Universitas Lampung,  Hasriadi Mat Akin mengatakan tentunya Lampung bisa sangat cocok untuk DKI. Hal tersebut lantaran Sai Bumi Ruwa Jurai ini memiliki 82 Perguruan Tinggi baik Negeri maupun swasta.

“Jika ingin maju ya harus banyak PTS dan PTN nya. Contohnya India dan China. Ini tidak dimiliki daerah lain. Lampung ada Unila ada Itera yang belakangan sudah menjadi rujikan pendidikan di berbagai daerah se Indonesia, ” ujarnya.

Baca Juga:   Belajar Tatap Muka Jadi Kerinduan

Miswan Todi selaku tokoh adat di Lampung,  menjelaskan ada 84 marga  yang mebjadi dua kejuraian yakni pepadun dan Saibatin. Memang menurutnya informasi DKI Lampung belum sampai secara merata ke 84 marga tersebut. “Tapi nanti akan kami coba sosialisasikan. Saran kami untuk lebih mengintenskan siapa saja petinggi RI yang datang ke Lampung bisa di gawikan,  bejuluk beadek,  kita beri gelar adat. Agat memudahkan kebijakan positif terhadap Lampung, ” ujarnya.

Sementara, tokoh politik Taufik Basari menyatakan, langkah deklarasi akan dimaksimalkan dengan usaha untuk menggolkan usulan tersebut di tingkat pusat. (abd/wdi)




  • Bagikan