Lampung Barat Intensif Dalam Penanganan dan Pencegahan Wabah Covid-19

  • Bagikan
Bupati Parosil Mabsus saat menjadi peserta vaksin covid-19. Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID-Coronavirus Disease 19 (Covid-19) yang mengguncang dunia akhir tahun 2019 lalu mengakibatkan lumpuhnya seluruh lini kehidupan di berbagai negara. Tak terkecuali di Indonesia. Covid-19 tersebut menyebabkan terganggunya sistem kehidupan mulai dari bidang medis, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, politik dan lain sebagainya.

Tentu, kondisi ini tidak dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah pusat. Berbagai cara dan upaya dilakukan pemerintah pusat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 ini. Mulai dari mengintruksikan seluruh provinsi hingga kabupaten/kota yang ada di Indonesia untuk melakukan upaya pencegahan dengan mencanangkan gerakan 5M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas) hingga penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).



Diketahui, wabah covid-19 mulai merambah di Kabupaten Lampung Barat, tepatnya pada Maret 2020 lalu. Dalam penanganannya sendiri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan wakilnya Mad Hasnurin (PM) memberlakukan apa yang telah diintruksikan pemerintah pusat, yakni dengan memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan gerakan 5M dan pemberlakuan PPKM.

Selain penerapan 5m dan pemberlakuan PPKM sebagai intruksi langsung dari pemerintah pusat, Pemkab Lampung Barat pada bulan yang sama dengan masuknya covid-19 di Lampung Barat melakukan langkah sigap, cepat dan tanggap yang dinamakan “Serangan 26 Maret” dalam percepatan penanganan dan pencegahan covid-19.

Maksud dari serangan 26 Maret ini yaitu dilakukannya penyemprotan disinfektan di seluruh tempat umum, seperti halnya tampat ibadah, jalan raya atau pun tempat-tempat yang terindikasi adanya virus covid-19.

Serangan 26 Maret dengan penyemprotan disinfektan ini diikuti seluruh aparatur pemerintah, baik pemerintah kabupaten, kecamatan hingga (desa) pekon dengan dibantu personil TNI-Porli dan organisasi terkait.

Tak hanya itu, upaya penanganan dan pencegahan covid-19 terus dilakukan Pemkab Lampung Barat, yaitu dengan membuat posko penyekatan di empat titik perbatasan, yaitu posko perbatasan Kabupaten Lampung Barat dengan Kabupaten Lampung Utara tepatnya di Pinusan Kecamatan Sumber Jaya, kemudian posko penyekatan perbatasan Kabupaten Lampung Barat dengan Kabupaten Tanggamus di Kecamatan Suoh, selanjutnya posko penyekatan di Pekon Kubu Perahu perbatasan Kabupaten Lampung Barat dengan Kabupaten Pesisir Barat, dan terakhir posko penyekatan di Kecamatan Sukau perbatasan antara Kabupaten Lampung Barat dengan Kabupaten Oku Selatan Provinsi Sumatera Selatan.

Selain pembuatan posko penyekatan di empat titik perbatasan kabupaten tersebut, Pemkab Lampung Barat juga membuat posko penanganan dan pencegahan covid-19 di tingkat kecamatan hingga pekon. Fungsi dari posko penyekatan itu ialah tempat pemeriksaan keluar masuknya masyarakat di jalur lintas perbatasan baik kabupaten, kecamatan maupun pekon tersebut.

Pemeriksaan dalam hal ini adalah pengecekan riwayat perjalanan masyarakat dari luar atau pun dalam daerah yang terindikasi adanya penyebaran covid-19 dengan menggunakan alat thermo gun dan pengecekan protokol kesehatan (prokes) covid-19 lainnya, yang pelaksanaannya dibantu oleh jajaran TNI-Polri, serta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang memang sebelumnya telah dibentuk oleh Pemkab Lampung Barat dan diketuai langsung Hi. Parosil Mabsus selaku Kepala Daerah.

Setelah wabah pandemi covid-19 ini menjadi teror masyarakat, Pemkab Lampung Barat menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berimplikasi terhadap pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, aktivitas pendidikan, dan aktivitas sosial lainnya di Lampung Barat.

Upaya Pemkab Lampung Barat dalam percepatan penanganan covid-19 tidak berhenti di situ saja. Pasalnya untuk mengatasi wabah covid-19, Bupati Parosil dan wakilnya Drs. Mad Hasnurin menggalakkan Gerakan Masyarakat Pakai Masker (Gemar PM).

Gemar PM dalam artian Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun dan Menggunakan Masker atau lebih tepatnya gerakan 3M. Gerakan 3M ini dilakukan secara massif di seluruh penjuru kabupaten yang disebut sebagai bumi beguai jejama sai betik.

Pemkab Lampung Barat selalu menekankan masyarakat melakukan gerakan 3M dalam segala aktivitas. Langkah-langkah tersebut merupakan upaya yang dapat dilakukan sebagai salah satu pencegahan penularan covid-19.

Selain menggalakkan gerakan 3M, Pemkab Lampung Barat melalui Puskesmas yang terdapat di 15 Kecamatan, juga menerapkan upaya 3T yang berarti testing, tracing, dan treatment.

Testing yaitu melakukan screening atau pendeteksian terhadap orang yang terindikasi terpapar Covid-19. Kemudian langkah berikutnya adalah tracing, yaitu upaya melacak orang yang berinteraksi dengan seseorang yang sudah terpapar COVID-19. Langkah selanjutnya, yaitu melakukan treatment apabila orang tersebut sudah terpapar COVID-19 dengan karantina agar tidak melakukan kontak dengan orang lain.

Kembali pada gerakan masyarakat Pakai Masker atau Gemar PM, tepat di bulan April 2020 lalu, Pemkab Lampung Barat dengan intruksi langsung dari Bupati Parosil Mabsus masyarakat Lampung Barat diberikan masker gratis sebanyak 200 ribu buah.

Asumsinya, dengan jumlah penduduk Lampung Barat sebanyak 265 ribu jiwa, bantuan 200 ribu masker diyakini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten berjuluk negeri di atas awan tersebut.

Masker kain itu diberikan kepada perwakilan aparatur Pekon (Desa) melalui ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten dan organisasi kemasyarakatan seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Karang Tarunan Indonesia (KTI) untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat.

Pembuatannya pun memberdayakan penjahit lokal di Lampung Barat dengan menggunakan dana desa sehingga bagi masyarakat yang ingin mendapatkan masker ketika itu bisa langsung menghubungi Peratin (Kepala Desa) di masing-masing wilayah maupun kelurahan tempat warga tinggal.

Bupati Parosil Mabsus turun ke lapangan mengedukasi warga agar taat protokol kesehatan. Foto ist

Menurut Parosil, pembagian masker tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kepada rakyat guna mencegah penyebaran virus asal negeri tirai bambu itu sehingga tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak menggunakan masker dengan alasan tidak punya.

Langkah itu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi covid-19. Dengan demikian masyarakat diimbau, agar mentaati apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Lampung Barat.

Tidak hanya sampai di situ, selang beberapa bulan kemudian Parosil kembali menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) penanganan dan pencegahan Covid-19 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memberikan masker gratis juga kepada pelajar.

Jika sebelumnya jenis masker kain, kali ini siswa dan siswi SD/MI dan SMP/MTs dibagikan masker jenis scuba dengan total penerima 47.720 siswa maupun siswi. Sasarannya SD 29.762, MI 4.734, SMP 10.524, dan MTs sebanyak 3.060 yang tersebar di 323 sekolah di Lampung Barat.

Wakapolda Lampung Brigjend Subiyanto didampingi Bupati Parosil Mabsus saat meninjau posko penyekatan mudik 2021. Foto ist

Selain masker, Pemkab Lampung Barat juga memberikan bantuan berupa sembako gratis bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang ada di 15 kecamatan, baik yang bersumber dana desa, bantuan pusat dan anggaran yang bersumber dari APBD Lampung Barat.

Selanjutnya dengan adanya program vaksinasi covid-19 dari pemerintah pusat, Pemkab Lampung Barat gerak cepat melakukan vaksinasi covid-19 yang diawali unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada tanggal 1 Februari 2021 kemarin, dan kemudian disusul para tenaga kesehatan serta masyarakat umum.

Kabupaten Lampung Barat sendiri diberi target oleh pemerintah pusat sebanyak 220 ribu capaian vaksinasi Covid-19. Dengan adanya imbauan pemerintah kepada masyarakat terkait ajakan melakuakan vaksinasi covid-19, antusias masyarakat sangat tinggi terhadap vaksinasi Covid-19 yang sebelumnya banyak masyarakat ketakutan akan kehalalan dan dampak dari vaksin tersebut. Namun berkat kerjasama semua pihak akhirnya masyarakat sadar betapa penting nya vaksin bagi tubuh.

Terhitung sejak 1 Februari hingga 27 November 2021 ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Lampung Barat sudah mencapai 60,98 persen. Targetnya, capaian 220 ribu vaksinasi covid-19 itu dapat tercapai di akhir Desember 2021 mendatang, dengan catatan dosis nya tersedia.

Percepatan vaksinasi covid-19 tersebut ditujukan agar terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok bagi seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Lampung Barat dari wabah covid-19 yang hingga kini belum berakhir.

Keberhasilan dan capaian pelaksanaan vaksinasi covid-19 yang sempat di urutan tiga tertinggi di Provinsi Lampung ini merupakan buah kerjasama semua pihak, mulai dari TNI-Polri, partai politik, media massa, dan lintas sektoral lainnya. (rls/wdi)






  • Bagikan