Lampura Kembali Zona Merah Covid-19

  • Bagikan
ILUSTRASI DOK. JPC

radarlampung.co.id – Kabupaten Lampung Utara (Lampura), kembali naik ke level setatus zona merah Covid-19, Rabu (21/7).

Sebelumnya, Kabupaten berjuluk Bumi Ragam Tunas Lampung itu, turun menjadi zona orange setalah sempat bertahan selama satu pekan terakhir. Zona merah Covid-19 merupakan zona yang penyebaran virusnya tidak terkendali.

“Ya kembali ke zona merah. Hal ini,(zona merah) bersumber dari penilaian Satgas pusat sejak tanggal 12 – 18 Juli lalu,” kata Pelaksana Kepala Dinas Kesehatan Lampura, dr. Maya Natalia Manan, Rabu (21/7).

Kembalinya Lampura ke zona merah ini dikarenakan tiga aspek‎, yakni pengawasan, epidemiologi, dan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan itu memiliki 17 indikator di antaranya peningkatan kasus konfirmasi positif, peningkatan jumlah pasien yang meninggal.

Baca Juga:   "PILIH MASKER ATAU KAPAS?"

“Ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit juga menjadi salah satu indikator ‎pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Mantan Direktur RSU Ryacudu Kotabumi ini, juga mengatakan, status zona merah ini masih akan berlaku hingga sepekan ke depan. Selama sepekan ini, Satgas Covid-19 akan menilai apakah zona Lampura akan tetap di zona merah atau kembali turun ke zona oranye.

“Tiap pekan dinilai oleh Satgas Covid-19 pusat. Jadi perlu digaris bawahi, bukan kita (Kabupaten) yang beri penilaian itu,” terangnya.

‎Berdasarkan data berasal dari Bappeda Lampung, total kasus Covid-19 yang ditemukan di Lampura di rentang waktu tersebut memang sangat tinggi.
Total ada 489 oang yang terkonfirmasi positif dengan 11 di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga:   Terbang Via Bandara Radin Inten II, Kini Penumpang Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Adapun rinciannya,184 orang positif dengan dua meninggal dunia p‎ada 12 Juli, 28 orang positif dengan satu meninggal dunia pada 13 Juli, 19 orang positif dengan dua orang meninggal dunia pada 14 Juli, 39 orang positif dengan satu meninggal dunia pada 15 Juli.

Setelah sempat nol kasus selama dua hari (16 – 17 Juli), kasus positif mencapai rekor tertinggi pada 18 Juli dengan jumlah 219 orang terpapar dan 5 diantaranya meninggal dunia.

“Untuk itu, kami harapkan kepada masyarakat, lebih memperketat prokes kesehatan. Jagan keluar rumah jika tidak ada kepentingan, dan selalu memakai masker di manapun tempat kita berada,” pungkasnya (ozy/yud)




  • Bagikan