Lampura Pecah Rekor, Sehari 182 Kasus Terpapar Covid-19

  • Bagikan
ILUSTRASI DOK. JPC

radarlampung.co.id – Nampaknya, penyebaran covid-19 di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) semakin menjadi.

Pasalnya, jumlah kasus terpapar covid-19 semakin tinggi, bahkan dalam satu hari sebanyak 182 kasus baru warga yang terpapar covid-19. Hal itu, merupakan rekor tertinggi selama wabah ini berlangsung di Kabupaten berjuluk Bumi Ragam Tunas Lampung ini, Senin (12/7).

“Ada 182 warga yang positif Covid-19, dan satu pasien meninggal dunia,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lampura, dr. Maya Natalia Manan, Senin (12/7)‎.

Selain mengabarkan mengenai penemuan ratusan kasus itu, bunda Maya sapaan akrabnya, juga mengabarkan mengenai temuan adanya puluhan pegawai Kejaksaan Negeri Lampura yang positif terpapar SARS-CoV-2 tersebut. Sementara, kabar tentang hal itu, didapatnya dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Baca Juga:   Lampura Turun Jadi Zona Orange, Mayarakat Tetap Diingatkan Prokes Ketat

“Dari 57 orang yang menjalani tes, 51 di antaranya terbukti positif covid-19,” tuturnya.

Terkait dengan temuan tersebut, pihaknya telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kantor tersebut. Bahkan, penyemprotan cairan itu akan dilakukan sebanyak dua kali.

“Hari ini akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan yang kedua kalinya di sana,” sambungnya lagi.

Terkait hal itu, kata dia, Kabupaten Lampura, sejauh ini masih berstatus zona merah‎ Covid-19. Status ini disematkan berdasarkan penilaian sejak 27 Juni – 4 Juli lalu. Sebelumnya, status Lampura masih berada di zona oranye.

‎Hingga kini, total warga Lampura yang positif terpapar Virus Corona 2019 telah mencapai 2.566 orang. Dengan rincian, 1.681 orang selesai menjalani isolasi, 95 orang meninggal dunia, dan sisanya sedang menjalani proses isolasi.

Baca Juga:   Kajari Tuba Inspeksi Gudang Obat di Tubaba

“Pemkab Lampura, melalui Tiem gugus tugas, selalu mewanti-wanti masyarakat dapat menerapkan prokes kesehatan. Hal itu, guna untuk memutus tali rantai penyebaran covid-19. Jadi kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang harus memulainya, jadi warga Lampura harus paham itu,” tutupnya (ozy/yud)




  • Bagikan