Langgar Prokes, Warga Kena Sanksi Push Up

  • Bagikan
Anggota satgas saat operasi yustisi dan PPKM di pasar hanura. Foto Edi Susanto/radar Pesawaran/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID- Kepolisian Sektor Padangcermin Polres Pesawaran bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mayarakat (PPKM) Darurat dan Operasi Yustisi di Pasar Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Minggu (18/7).

Kapolsek Padang Cermin, AKP Darwin mengatakan, Operasi Yustisi dan PPKM Darurat dilakukan untuk menurunkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pesawaran.

Sebanyak 5 personel Polri, 3 personel TNI, dan 4 personel Satpol PP diterjunkan untuk memberikan edukasi dan himbauan dengan cara humanis terhadap warga yang sedang melakukan aktivitas jual beli di pasar Desa Hanura.

“Petugas melakukan himbauan, dan tindakan berupa teguran lisan serta fisik kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker di Pasar Hanura,” ujar AKP Darwin mewakili Kapolres Pesawaran, AKBP Vero Aria Radmanto.

Baca Juga:   Catat, Setiap Tiyuh dan Kecamatan di Tubaba Harus Ada Ruang Isolasi !

AKP Darwin juga mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Dalam kegiatan operasi yustisi tersebut, masih banyak masyarakat yang membandel dan melanggar Prokes, seperti tidak menggunakan masker. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat agar dapat bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 dengan mematuhi prokes,” tandasnya. (esn/ozi/wdi)




  • Bagikan