Lapor Balik, Ini Kronologi Kejadian Dugaan Penganiayaan Nakes Versi Awang

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kasus penganiayaan Rendy Kurniawan (26), seorang perawat Puskesmas Kedaton, Bandarlampung yang terjadi pada Minggu (4/7) pagi, memasuki babak baru.

Pasalnya, Awang Helmi Chirstianto (45), warga jl. Sisingamangaraja, Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung yang merupakan pihak yang berseteru dengan Rendy, melaporkan balik perawat tersebut ke Polresta Bandarlampung.

Awang, melaporkan Rendy atas dugaan penganiayaan. Laporan tersebut tertuang dalam surat laporan STTLP/B/-1/1547/VII/2021/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/ POLDA LAMPUNG, tertanggal 5 Juli 2021.

Ditemui usai membuat laporan, Awang dengan tegas membantah semua tuduhan yang dilayangkan padanya. Kepada wartawan, dirinya juga sempat memaparkan kronologi kejadian versi dia.

“Malam itu, saya dihubungi ibu saya dan diberi tahu kalau ayah saya yang dirawat di rumah sedang dalam keadaan kritis. Beliau membutuhkan asupan oksigen, sekitar pukul 01.30 wib,” tuturnya.

Dalam keadaan panik tersebut, dia kemudian berkeliling kota Bandarlampung guna mencari tabung oksigen. Awang mengaku sempat mendatangi beberapa tempat, namun persediaan tabung oksigen saat itu sedang kosong.

Sampai akhirnya Awang mendapatkan rekomendasi untuk mendatangi Puskesmas Kedaton dari salah seorang tenaga kesehatan mobil ambulan gratis yang biasa mangkal di Tugu Adipura, Tanjungkarang Pusat.

Baca Juga:   Catat, Ini Penjelasan Divre IV Tanka Soal Kartu Vaksin dan Syarat Naik Kereta

“Karena itu, saya kemudian langsung ke Puskesmas Kedaton untuk beli oksigen itu. Sesampainya di sana, Puskesmas itu memang dalam keadaan sepi,” sambung dia.

Awang mengaku sempat mengetuk dan membunyikan bel beberapa kali hingga akhirnya seseorang yang diduga adalah Rendy Kurniawan, keluar untuk menemuinya.

Menurut versi Awang, saat itu Rendy bersikap tidak ramah padanya. “Dia (Rendy, red) menjawab dengan nada yang tidak bersahabat. Padahal petugas pelayanan harusnya melayani sepenuh hati,” tambahnya.

Karena adanya komunikasi yang tidak menyenangkan, sambung dia, perkelahian diantara keduanya pun tidak terelakan. Namun, Awang membantah jika terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh dia dan dua orang rekannya yang lain.

Sebab versi Awang, dia saat itu datang bersama adik dan seorang supir. Keduanya juga yang belakangan disebut Awang berusaha melerai pertengkaran.

Awang juga mengatakan, Rendy sempat menendangnya lebih dulu. Karena ditendang, Awang kemudian balas memukul Rendy dan Rendy membalas balik pukulan Awang.

“Jadi dia memukul saya dua kali dan saya satu kali. Dia (Rendy, red) juga sempat mengambil batu untuk memukul kepala saya. Tapi kemudian dilerai oleh adik saya,” tandasnya.

Baca Juga:   Nasib Alumni SMP IT MJ Kian Rumit

Disinggung tentang dirinya yang sempat mengaku sebagai salah keluarga pejabat kesehatan di Lampung. Awang berdalih, saat itu dia hanya menjelaskan terkait aturan yang ditetapkan oleh Kadis Kesehatan provinsi Lampung, Reihana tentang persediaan tabung oksigen.

“Saya tidak mengenal bu Reihana. Saat itu saya hanya bilang, bu Reihana itu kan Kepada Dinas Kesehatan provinsi Lampung dan sudah menyampaikan mengenai keputusan Kementerian bahwa Puskesmas itu harus menyediakan tabung oksigen,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Resky Maulana saat dikonfirmasi terkait laporan dari Awang mengaku belum dapat memberikan komentar lebih jauh.

Lantaran untuk saat ini, yang bersangkutan baru membuat laporan. ”Untuk laporan baru dibuat. Sementara ini akan kita lihat dulu laporannya seperti apa,” pungkasnya. (Ega/yud)

Berita Sebelumnya :

Perawat Puskesmas Kedaton Diduga Dianiaya 3 Orang yang Hendak Pinjam Tabung Oksigen

Pemkot Akan Berikan Pendampingan Hukum Kepada Perawat Korban Penganiayaan

Polisi Kejar Tiga Pelaku Pengeroyokan Perawat




  • Bagikan