Lapor ! Jalan Inspeksi di Bendungan Way Sekampung Banyak Terputus

  • Bagikan
Warga minta pengerjaan jalan inspeksi di lanjutkan. Foto Agus S/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Jalan inspeksi (green belt) pada sisi Selatan genangan bendungan Way Sekampung banyak yang terputus. Warga berharap pengerjaannya dapat di teruskan. “Di wilayah kami bagian Selatan genangan air bendungan yakni pekon Pasirukir kecamatan Pagelaran banyak yang terputus jalan inspeksinya,” ungkap salah satu tokoh masyarakat pekon setempat Darwis.

Menurutnya jalan inspeksi terputus membuat warga yang biasa beraktifitas kekebun di tepi genangan harus ekstra hati hati. Kondisi ini juga membuat pesepeda yang biasanya ramai susur genangan bendungan memilih di jalur Utara.


“Kami berharap pihak BBWS atau pihak terkait lainnya dapat meneruskan pembangunan jalan inspeksi tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Darwis bila terputusnya pengerjaan jalan karena faktor alam warga sekitar juga tak keberatan tanahnya di gunakan. “Misal karena faktor kontur tanah, tak masalah bila jalan tersebut di bangun melewati tanah kami,” terangnya.

Baca Juga:   Pringsewu Raih Anugerah Parahita Ekapraya 2020

Untuk di ketahui Bendungan Way Sekampung di Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran kabupaten Pringsewu mulai di lakukan pengisian awal (impounding) , Jumat (20/8).

Vice President Infrastructure I Division PT.Waskita Karya Lasino mengatakan pengisian awal atau penggenangan ini merupakan bagian dari proses pembangunan Bendungan Way Sekampung, yang menjadi tanda bahwa pembangunan bendungan hampir selesai.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Bendungan Way Sekampung di Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Kamis (2/9).

Pembangunan bendungan yang di lakukan sejak tahun 2016 menelan biaya Rp1,78 triliun dengan pengerjaan tepat waktu. Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta meter kubik dengan luas genangan 800 hektar. Bendungan yang memiliki multifungsi selain untuk irigasi, air bakunya dapat di gunakan sebagai pembangkit listrik dan pengendalian banjir.(sag/wdi)




  • Bagikan