Lapor ! RS Darurat Covid-19 Lampung Masih Belum Dipergunakan

  • Bagikan
Dua petugas keamanan saat menghampiri wartawan di RS Darurat Covid Lampung Kamis (19/8). Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Rumah Sakit Darurat Covid-19 Lampung masih belum digunakan untuk menampung pasien covid-19. Padahal sejak 10 Agustus Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyebut sudah dapat digunakan.

Awak media Kamis (19/8) mendatangi rumah sakit yang menggunakan gedung Multazam di Asrama Haji Rajabasa itu. Namun awak media yang menunggu di depan rumah sakit sempat dihampiri petugas keamanan. Petugas beralasan peliputan tidak diperbolehkan oleh direktur. Namun  tidak jelas direktur mana yang dimaksud oleh petugas tersebut.


Tak lama, ada rombongan yang keluar dari dalam gedung Multazam. Beberapa menggunakan atribut Kemenkes. Namun, rombongan tersebut juga urung mau memberikan penjelasan ihwal berjalannya rumah sakit yang sempat divisitasi Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas  8 Agustus lalu.

Baca Juga:   Pemprov Lampung Terima Hibah 24 Kendaraan Dari PT. Bukit Asam

“Maaf kami masih bekerja, sepertinya tidak elok kalau diwawancarai. Dan ada juga ketua tim kami ada di sana. Sepertinya lebih baik dengan ketua tim kami ya,” ungkap pria berbaju biru bertuliskan Kemenkes tersebut.

Tak lama, datanglah wanita berhijab merah yang menyebut namanya Yanti. Dirinya memberikan penjelasan mengenai tidak diperkenankan media meliput saat ini.

“Saat ini sedang ada penilaian dari Kemenkes, jadi belum bisa ketemu media. Nanti waktunya akan kita siapkan,” beber Yanti.

Ditanyai soal belum digunakan, Yanti menyebut masih di visitasi dari pusat saat ini. Namun dirinya mengaku rumah sakit sudah dalam kondisi siap.

Namun, Yanti menyebut kedatangan visitasi dalam agenda untuk izin operasional. Namun dirinya mengelak, jika izin operasional RS Darurat Covid-19 Lampung itu belum siap.

Baca Juga:   Ada Tiga Daerah di Lampung Terdeteksi Titik Panas

“Sekarang sedang visitasi, nanti setelah visitasi nanti akan kami infokan. Rumah sakit ini sudah siap pada dasarnya. Agenda visitasi disebutkan akan menentukan izin operasional. Sudah ada izin. Tapi saya akan mendampingi visitasi yang disana (menunjuk bagian depan Asrama Haji Rajabasa), sabar ya, setelah ini. Kasihan tenaga yang menilai ya. Saya dengan Yanti. Kita mau mendampingi dulu, bukan nggak mau bertemu. Kita lagi konsern penilaian. Semua nanti lewat direktur,” tambahnya. (rma/wdi)




  • Bagikan