Lapor ! Saluran Irigasi di Daerah Ini Rusak Parah

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Masyarakat di Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mengharapkan perbaikan saluran irigasi yang mengaliri air ke sawah warga.

Pasalnya, saat ini mengalami kerusakan cukup parah, sehingga menyebabkan hasil panen menurun, bahkan beberapa diantaranya telah beralih fungsi kepada perkebunan kopi dan lada.


Seperti pantauan di Desa Muara Dua, Kecamatan Abung Tinggi setempat, Minggu, (3/10). Di beberapa titik saluran irigasi berada disana mengalami kerusakan cukup parah. Yakni mengalami patahan ditengahnya.

Sehingga air tak bisa mengaliri areal persawahan warga, sehingga mereka memilih beralih fungsi menjadi lahan perkebunan.

“Ya, kendalanya itu. Memang aliran yang biasanya mengaliri sawah warga dahulunya berfungsi baik, sesudah dibangun kabupaten. Tapi sudah lama tidak berfungsi karena patah di daerah atas, sehingga banyak warga mengalihkan fungsi lahan persawannya menjadi tanaman perkebunan,” ujar Mu’in (43)warga setempat.

Mereka berharap kepada pemerintah, khusunya bidang pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dapat proaktif menyerap aspirasi sekaligus mengakomodirnya.

Sebab, itu sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, apalagi ditengah pendemi saat ini.

Baca Juga:   Tegakkan Disiplin Prokes, Petugas Gelar Operasi di Pasar Sentral Kotabumi

“Kalau ini diperbaikki, kemungkinan warga mengusahakan lahannya ke padi sawah bisa bertambah. Sebab, kendala yang selama ini asa dilapangan itu karena saluran irigasinya rusak, harapannya mereka dapat turun sekaligus menampung aspirasi masyarakat disini, “terangnya.

Menurutnya, hal itulah yang menyebabkan faktor penurunan hasil panen padi ditingkat masyarakat. Akibat terkendala kekurang air di areal persawahan yang mereka geluti. Seharusnya dapat dilaksanakan 3-4 kali dalam satu tahun, saat ini hanya 2 kali itu pun kalau nasibnya baik.

“Kalau masalah lain mungkin tak terlalu berpengaruh. Kalau bibit dapat dilihat hasilnya tak kalah dengan yang lain, begitupun soal harga terbilang bagus karena masih diatas Rp 10.000/kg untuk berasa. Tapi tadi, air yang sulit hingga kami hanya dapat menanam seperti biasanya ditempat lain, “timpal Ujang (44)warga Desa Ulak Rengas, Kecamatan Abung Tinggi.

Disisi lain, Dinas PUPR Lampura melalui Kabid SDA, Romzi, didampingi Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jaringan Irigasi, Juansyah Nursyah mengatakan bahwasanya daerah tersebut merupakan wilayah yang dekat saluran irigasi (DI).

Baca Juga:   Bobol Sekolah, Satu dari Tiga Tersangka Ditembak

Disana ada 158 DI, sebagian besar keadaannya telah rusak hingga mempengaruhi hasil panen petani atau warga disana.

“Dari 158 daerah irigasi (DI), saat ini mengalami kerusakan sekitar 40% – 50%. Kerusakan tersebut meliputi saluran primer (utama) dan sekunder (kecil), yang langsung megalir keareal persawahan. Untuk itu kami berencana akan memperbaikki kedepannya, “tambahnya.

Dia menjelaskan daerah irigasi yang mengalami alih fungsi lahan pun terjadi disana, seperti di Way Tebat Mayan dan Way Ilahan, kecamatan setempat.

Akibat kekurangan air hingga masyarakat mengalihakan fungsi selama ini produksi padi menjadi tanaman lain lebih bernilai ekonomi.

“Rencananya akan memperbaiki total, dan tak menutup kemungkian embungnya untuk sawah yang tak berada di daerah irigasi asal Way Rarem seperti disini (non-tekhnis). Guna untuk meningkatkan penghasilan petani, agar sawahnya dialiri air cukup dan mereka dapat memanen maksimal setiap tahunnya, “pungkasnya.(ozy/wdi)




  • Bagikan