Lapor ! Warga Harapkan Perbaikan Jalan Lingkungan Kota

  • Bagikan
Jalan lingkungan Kelurahan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan, kondisi jalan lingkungan yang minim pembangunan. Foto Fahrozy Irsan Toni/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID -Warga Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mengharapkan adanya perbaikan sekaligus peningkatan badan jalan.

Pasalnya, semenjak di bukanya akses jalan lingkungan pengerasan badan jalan berupa onderlag, hingga kini belum ada perbaikan maupun peningkatan jalan. Sehingga kondisi tersebut, menyulitkan warga setempat untuk beraktifitas sehari-hari.



Terlebih, dikala musim penghujan tiba, suasana perkotaan seolah hilang disana. Maklum saja minimnya perhatian pemerintah, sehingga seperti disebut orang “Tempat Jin Buang Anak” istilah yang menggambarkan suasana ketertinggalan lingkungan di tengah kota.

Daerah yang biasa disebut warga sekitar sebagai Tanjung Alam Permai atau Kaplingan Pandawa atas berbatasan langsung dengan Kelurahan Tanjung Harapan itu sangat miris infrastrukturnya.

Khususnya jalan dan drainase, sehingga mereka membuang sekenanya. Sehingga menambah kumuh areal sebenarnya berada tak jauh dengan pusat kota administratif Kotabumi tersebut.

“Ya, harus hati-hati bang kalau tidak mau tergelincir. Apalagi beberapa hari ini hujan turun terus-menerus, sudah banyak korbannya. Mulai dari anak-anak, dewasa, laki-laki dan perempuan ada,” kata salah seorang pengendara, Liani (39, saat melintas dijalan underlagh TAP, Kotaalam, Minggu, (5/12).

Meski didaerah tetangga telah cukup memadai, namun disana masih seperti daerah kumuh yang minim perhatian. Sehingga berharap menjadi perhatian kedepannya, sebab, selain tak ada drainase atau siring. Jalannya masih berupa bebatuan belah (underlagh).

“Kalau kepala keluarga disini, alhamdulillah sudah banyak lebih dari 30 KK. Dan setiap tahun hampir dipastikan bertambah karena areal kaplingan ini jumlahnya ratusan kapling,” timpal Ketua RT, Santori.

Padahal, menurutnya, aspirasi masyarakat itu telah sering diajukan namun dilapangan belum ada realisasi. Sehingga berharap dapat dimaklumi, sebab itu kebutuhan dasar masyarakat disana saat ini.

“Kami seperti ditinggalkan saja, apalagi saat banjir tiba praktis akses jalan kami mati. Oleh karena itu mohon kepada mereka yang sedang berada diatas dapat melihat kondisi kami dilapangan, sebab apa? Sama kami juga bayar pajak dan lainnya sebagai pendapatan negara atau daerah,” tambah warga lainnya, Rudi. (ozy/wdi)






  • Bagikan