Laporan ke Bawaslu Terkait Yusuf Kohar Belum Cukup Saksi

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menilai laporan yang diajukan oleh juru bicara paslon nomor urut 2 Herman HN-Sutono, terkait Plt Walikota Bandarlampung M Yusuf Kohar belum lengkap.

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Ade Asy’ari mengatakan, pihaknya mengapresiasi bahwa ada masyarakat yang antusias melaporkan dugaan adanya pelanggaran ini, maka dari harus didukung agar pro aktif.

“Dari sisi Bawaslu kami apresiasi atas laporan dugaan soal pelaporan terkait kehadiran Plt Walikota Bandarlampung M Yusuf Kohar dalam sebuah acara kampanye paslon no satu,” ujarnya saat ditemui di ruangnya, Minggu, (27/5).

Namun, kata Ade, laporan tersebut belum dapat di regrestrasi karena masih ada kekurangan bukti-bukti saksi. “Pihak pelapor belum menunjuk saksi. Semenatar sesuai pasal 14 PKPU syarat material laporan untuk di regrestrasi pemilihan saksi, karena semakin banyak saksi semakin bagus,” ungkapnya.

Baca Juga:   Beri Bantuan Rp5 Juta, Wali Kota Lantas Imbau Masyarakat Terdampak Ombak ke Rusunawa

Dia menambahkan, atas laporan ini dibutuhkan dua orang saksi dan pelapor diberi waktu sampai hari Jumat untuk memenuhi saksi, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan panwascam dan saat ini masih dalam penyelidikan.

“Dan mereka sedang melakukan penelusuran lebih lanjut, kejadian hari jumat kemarin, jadi dibutuhkan waktu selama tujuh hari untuk menelusurinya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Plt Walikota Bandarlampung M Yusuf Kohar dilaporkan ke Badan Pengawasan Pemilahan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung oleh juru bicara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Herman HN-Sutono, Minggu, (27/5). (ndi/ang)




  • Bagikan