Larangan Mudik Berlaku, Bandara Radin Inten Tetap Layani Penerbangan Khusus

  • Bagikan
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Bambang Sumbogo menyoba GeNose C19 yang telah tersedia di Bandara Radin Inten II Tanjungkarang, Senin (19/4). SUMBER FOTO: HUMAS BANDARA RADIN INTEN II

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pelarangan mudik yang resmi dilakukan mulai Kamis (6/5), tidak menutup seluruh simpul transportasi di Lampung. Termasuk di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, di mana PT Angkasa Pura II selaku pengelola tidak menutup total operasional penerbangan menuju dan dari Lampung.

EGM Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, M. Hendra Irawan mengatakan penerbangan menuju dan dari Lampung masih bisa dilakukan. Namun bagi calon penumpang harus sesuai ketentuan Addendum Surat Edaran Nomor 13/2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H.


“Untuk besok, bandara secara prinsip tidak melakukan penutupan. Namun sesuai dengan ketentuan di SE 13 kementerian perhubungan tetap akan melayani kebutuhan penerbangan seperti untuk VIP, kebutuhan pertahanan udara, kebutuhan kargo dan termasuk untuk keperluan mendesak namun bukan untuk mudik. Namun yang masuk kedalam pengecualian seperti perjalanan dinas, ibu hamil di dampingi satu orang, ada keluarga yang meninggal, atau keluarga sakit,” jelas Hendra, Rabu (5/5).

Baca Juga:   Jelang Nataru, Pos Penyekatan Kembali Diaktifkan

Menurutnya, syarat penerbangan tetap diterapkan. Dan bagi calon penumpang akan dimintakan dengan jelas surat-surat penunjang untuk mendukung perjalanan nya.

“Jadi nanti lebih detail pemeriksaan sebelum chek in. Penumpang juga sebelum berangkat akan dicek kembali. Sehingga selain persyaratan medis seperti hasil negatif Covid-19 dari rapid tes, PCR, GeNose ada juga menunjukkan surat perjalanan. Untuk TNI Polri, ASN, BUMD dan BUMN harus menunjukan surat perjalanan dinas lalu di tandatangan oleh setingkat eselon II. Yang lain harus ada surat perjalanan juga,” tambahnya.

Selain itu, tambah Hendra, maskapai penerbangan juga tidak menutup penerbangan. Ada beberapa dari maskapai yang masih menjual tiket namun hanya untuk pengecualian.

Baca Juga:   Penyaluran Pinjol di Lampung Capai Rp1,6 Miliar, Terbesar Kedua di Sumatera

“Yang pasti ada beberapa penerbangan yang tidak beroperasi dan sudah bersurat ke kami seperti Citilink mereka memang keputusan tidak beroperasi sejak 6-17 Mei mereka tidak membuka pelayanan penerbangan. Namun Seperti Garuda Indonesia mereka membuka namun hanya cuma 4 kali dalam seminggu setiap Senin, Rabu, Jum’at dan Minggu itu hanya satu kali terbang,” tandasnya. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan