Laskar Wong Kito Terancam Bubar

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Setelah terdegradasi ke Liga 2, muncul permasalahan baru bagi klub Sriwijaya FC. Tim berjuluk Laskar Wong Kito terancam bubar. Sebab, beberapa investor enggan berinvestasi.

Direktur Utama (Dirut) PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Maddang mengatakan  sejak pertengahan 2018, finansial Sriwijaya FC cukup pelik.


“Sejak itu saya hanya ingin menjaga eksistensi SFC di Liga 1 dengan menanggulangi persoalan keterlambatan gaji dan menanggung dana untuk keberangkatan tim dalam laga away,” katanya saat memberikan keterangan pers, Kamis (20/12).

Dia mengaku begitu gencar mencari investor. Namun situasi pun terus gaduh dan dibawa ke arah politik sehingga banyak investor mundur hingga akhirnya tim pun terdegradasi.

Baca Juga:   Dibuka, Seleksi Terbuka Tujuh JPTP Pemkab Pesawaran

Terkait kondisi itu, dirinya pun merasa terpukul dan meminta maaf kepada para pencinta SFC. Dia juga mengaku jika nantinya tidak juga ada investor dalam batas waktu tertentu, dirinya tidak dapat memastikan kelangsungan SFC ke depannya.

Biaya yang dibutuhkan agar dapat kembali berlaga ke Liga 1 berkisar Rp 20 miliar. Dengan biaya tersebut, dia mengaku sudah tidak sanggup lagi. Terlebih lagi, selama ini dana yang sudah dikeluarkan untuk bayar gaji setiap bulan Rp 1,3 miliar.

“Saya sudah tidak sanggup lagi dan ke depan tentunya akan lebih berat. Belum lagi biaya away sebanyak dua kali dalam sebulan,” ujarnya.

Terkait wacana Pemprov Sumsel untuk mengambil alih saham SFC, dia mengaku menyambut positif dan senang. Sehingga SFC benar-benar menjadi milik rakyat. Namun, harus sesuai mekanisme pembelian dan tidak boleh melanggar aturan mengingat APBD tidak boleh masuk klub profesional.

Baca Juga:   Kejati Lampung Tunggu Audit BPK RI Terkait Perkara PT LJU

Meskipun begitu, pembelian dapat dilakukan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Apalagi Sumsel banyak BUMD yang bergerak di bidang olahraga.

“Jika memang pemprov yang beli, saya akan utamakan dan harga pun tidak komersil karena saya juga ingin SFC ini bukan untuk komersil semata,” tutup Muddai.(fin/kyd)

 




  • Bagikan