LBH Bandarlampung Buka Posko Pengaduan Bagi Debitur

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Melihat banyaknya keluhan para debitur yang mengalami kesulitan yang terdampak pandemi Covid-19, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung membuka posko pengaduan bagi para debitur.

Wakil Direktur LBH Bandarlampung Chandra Bangkit Saputra mengatakan, pengaduan bagi para nasabah atau debitur itu terkhusus yang terdampak Covid-19 akibatnya tidak mampu lagi mengangsur kreditnya.

Menurutnya, dampak pendemi Covid-19 ini banyak usaha para debitur yang meninjam permodalan di lembaga nonbank dan bank atau pembiayaan lainnya. Para debitur mengalami penurunan omzet bahkan ada yang tutup sementara usahanya.

“Saat omzet menurun drastis dan usahanya tutup sementara saya pikir tidak logis jika kreditur tetap melakukan penagihan meskipun ada skema pembayaran yang ditawarkan oleh kreditur,” katanya, Selasa (21/4)

Baca Juga:   Bandarlampung Pertahankan Penghargaan KLA Kategori Madya

Dia bilang, banyak laporan nasabah yang masuk ke LBH Bandarlampung yang mengaku jangankan membayar angsuran, untuk bisa menutupi kebutuhan hidup sehari hari saja sudah sulit.

Berdasarkan fakta itulah, LBH menilai kejadian pendemi Covid-19 termasuk force majeure atau keadaan yang tak terduga yang mencegah seseorang dari memenuhi kontrak. “Seharusnya kreditur melihat pendemi Covid-19 ini sebagai kejadian force majeure dengan memberikan keringanan kepada debitur berupa penundaan angsuran sampai kondisi normal.

Adapun langkah selanjutnya yang akan diambil LBH Bandarlampung adalah menyurati Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung aga memberikan sanksi yang keras kepada kreditur yang masih melakukan aktivitas penagihan.

Pihaknya, menilai aturan OJK saat ini masih bias dan multi tafsir dan parsial  -POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulasi Perekonomian Nasional. Maka, pihaknya meminta agar OJK Lampung menindak tegas kreditur yang masih “memaksa” debiturnya untuk membayar angsuran.

Baca Juga:   Ombak 2 Meter Terjang Empat Rumah

Dia juga meminta para debitur yang terdampak pendemi Covid-19 untuk pro aktif untuk mengajukan permohonan penundaan angsuran ke lembaga pembiayaan.

“Kami juga meminta para debitur untuk mengajukan permohonan penundaan angsuran ke lembaga tempat mereka mengambil kredit. Supaya lembaga keuangan dapat melakukan assessment apakah debiturnya layak mendapat penundaan angsuran,” tandasnya. (apr/yud)




  • Bagikan