Lembah Hijau Bakal Jadi Lokasi Praktek Lapangan 20 Dokter Hewan

  • Bagikan
Taman Wisata Lembah Hijau akan menjadi lokasi prakter lapangan 20 dokter hewan dari 15 kebun binatang. Foto Elga Puranti/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) akan menggelar Training Animal Health and Their Welfare, pada tanggal 20-24 Februari. Ini merupakan kegiatan nasional PKBSI yang digelar sejak tahun 2016.

Koordinator wilayah Kalimantan dan Sumatera PKBSI, Irwan Nasution mengatakan bahwa kegiatan training ini diikuti oleh 20 dokter hewan dari 15 kebun binatang. Pembukaan akan digelar di Hotel Horison Lampung pada 20 Februari 2019.


Kemudian praktek lapangan akan digelar di Taman Wisata Lembah Hijau (TWLH) Lampung, dan studi banding akan dilaksanakan di RS Gajah dan Sumatran Rhino Santuary, Taman Nasional Way Kambas. 

“Dalam kegiatan tersebut juga akan hadir pemateri yang masing-masing akan membawakan materi terkait kesejahterahan satwa,” kata Irwan, Pemilik Taman Wisata Lembah Hijau, Selasa (19/2).

Baca Juga:   Posisi Direktur Bisnis Bank Lampung Resmi Terisi

Menurut Irwan, pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kopetensi mulai dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja tenaga kesehatan satwa di Lembaga Konservasi (LK). Kemudian untuk meningkatkan standar kesejahterahan satwa di LK anggota PKBSI, serta meningkatkan pengelolaan pemeliharaan dan perawatan satwa di LK. 

“Mudah-mudahan kegiatan yang diadakan di Lampung ini dapat memberikan manfaat untuk Lembaga Konservasi di Lampung, seperti Lembah Hijau, Taman Boemi Kedaton, dan taman satwa lainnya,” tandasnya.

Dr. Margaret Whittaker, salah satu pemateri yang nantinya hadir dalam kegiatan mengatakan, beberapa topik yang akan disampaikan yakni terkait cara peserta agar dapat melatih satwa sesuai dengan kesejahterahan satwa. 

“Metodenya yakni dengan tidak memaksa satwa untuk langsung mengikuti instruksi, tapi memberikan kode suara kepada satwa dan satwa diberikan pilihan untuk mengikuti instruksi atau tidak. Satwa yang mengikuti instruksi bisa mendapatkan reward seperti makanan hewan,” jelasnya. 

Metode ini, sambung dia, bisa digunakan para dokter hewan, kurator maupun paramedis untuk kepentingan training, pemeriksaan kesehatan dan lain-lain. Hal yang paling penting, yakni agar satwa dapat berinteraksi dengan akrab, dan tidak lagi takut dengan ketika melihat dokter hewan. (ega/kyd)




  • Bagikan