Lengkapi Berkas Lain, Surat Keterangan Sehat Rohani Bisa Menyusul!

  • Bagikan
Peserta CPNSD 2018 melakukan registrasi di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanggamus, Rabu sore (16/1). FOTO ISTIMEWA
Peserta CPNSD 2018 melakukan registrasi di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanggamus, Rabu sore (16/1). FOTO ISTIMEWA

radarlampung.co.id – Peserta CPNSD 2018 Tanggamus masih melakukan registrasi ke kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat. Hingga Rabu sore (16/1), tercatat 175 berkas yang masuk dari total formasi terisi 250 orang.

Kepala Bidang Formasi dan Mutasi Gofir Purwanto mengatakan, batas waktu penyerahan berkas hingga 22 Januari 2019. ”Rata-rata per hari kita terima 20-50 berkas,” kata Gofir mewakili Kepala BKPSDM Tanggamus Nur Indrati, Rabu (16/1).

Menurut dia, dari 175 peserta, ada berkas yang belum lengkap. Khususnya surat keterangan kesehatan rohani dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung.

”Berkas lainnya dari peserta sebenarnya banyak yang lengkap. Rata-rata mereka menunggu surat keterangan kesehatan jiwa. Jadi pertimbangan mereka, lebih baik komplit semua, baru diserahkan ke sini,” sebut dia.

Dilanjutkan, untuk kelengkapan surat keterangan kesehatan jiwa berlaku fleksibel. Artinya bisa saja peserta menyerahkan berkas yang sudah ada. Kemudian surat keterangan kesehatan jiwa menyusul.

”Untuk surat keterangan sehat jiwa, itu bisa menyusul. Tapi kalau SKCK, ijazah, surat keterangan bebas narkoba, KTP, riwayat hidup dan surat lamaran, harus lengkap. Kalau belum lengkap, kami suruh lengkapi dulu, baru diserahkan,” tegasnya.

Lebih jauh Gofir mengungkapkan, surat keterangan kesehatan rohani hanya bisa didapat dari RSJ Lampung. Banyaknya permohonan menyebabkan surat baru selesai sekitar lima hari.

Sementara, Eva Rosdiana, salah seorang peserta CPNSD yang melakukan registrasi mengaku belum menerima surat keterangan sehat rohani dari RSJ Lampung. Ia mengajukan permohonan sejak Sabtu lalu. “Antre, banyak yang urus surat keterangan kesehatan jiwa,” kata Eva yang lolos seleksi formasi Guru SD di Kecamatan Bulok ini. (ral/ehl/ais)

 




  • Bagikan