Lepas Akal Saat Bermedia Sosial, Remaja Ini Harus Mendekam Dalam Penjara

  • Bagikan
Sidang online di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung. FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Zella Yuliani Oseven dijatuhi hukuman penjara 8 bulan. Ia dinilai telah melakukan perbuatan memalukan orang lain. Lewat media sosial Instagram –via instastory.

Walhasil, remaja 24 tahun itu divonis bersalah. Oleh Ketua Majelis Hakim: Dina Pelita Asmara.

“Menjatuhi hukuman penjara selama 8 bulan. Dan denda Rp10 juta. Subsider 2 bulan,” kata Dina, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (19/8). Melalui sidang online.

Atas putusan itu, terdakwa pun menyatakan banding. Dan masih pikir-pikir.

Putusan majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU): Maranita. Yang menuntut warga Kecamatan Hajimena Natar, Lampung Selatan itu dengan 1 tahun. Denda Rp10 juta. Subsider 2 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga:   Cegah Covid-19, Ratusan Warga Binaan Rutan Kelas I Bandarlampung Divaksin

Dalam dakwaan JPU Maranita, peristiwa tersebut bermula pada Rabu (18/9/2019) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu Zella mendatangi korban YRW di kosannya yang berada di Jalan Wolter Monginsidi, Bandarlampung.

Tiba di tempat tersebut terdakwa Zella melihat ada saksi AJK yang merupakan pacar terdakwa dan beberapa teman dari saksi korban.

Pada saat itu Zella melihat korban YRW berpakaian mini. Terdakwa marah. Emosi. Lalu pergi meninggalkan kosan tesebut.

Sekira pukul 22.00 WIB terdakwa tiba di rumah. Lalu mengoprasikan handphone untuk membuka akun instagram milik saksi AJK.

Kemudian Zella mengunggah instastory berupa 3 foto dibumbui caption. Foto pertama adalah foto korban YRW dan saksi AJK yang diambilnya pada saat Zella berada di kosan bersama saksi korban. Foto tersebut ditulisnya caption ‘kegep dikosan (maaf) lonte’.

Foto kedua terdakwa menggrade foto pacar terdakwa dan saksi korban dengan menambah caption ‘ninggalin 3 tahun demi (maaf) lonte yang begini baru dikenal, ha…ha….ha’.

Baca Juga:   Polda Lampung Salurkan Bantuan Ratusan Ton Beras ke Warga

Pada foto ketiga, Zella mengunggah foto korban YRW sendiri dengan menambah caption berupa sebutan yang sama dengan meme tertawa. Namun karena postingan tersebut tidak banyak yang melihat dan mengomentari sehingga ia hapus.

Pada keesokan harinya. Tepatnya Kamis (19/9) sekira pukul 06.00 WIB, terdakwa kembali mengungggah ketiga foto tersebut melalui instastory, di akun instagram saksi AJK dengan caption dan meme yang sama.

Postingan instastory tersebut dilihat oleh 114 followers yang berteman dengan akun instagram saksi AJK. Di antaranya saksi DP, saksi TTT, dan saksi AMP.

“Postingan tersebut mengakibatkan saksi korban menjadi depresi, malu keluar rumah karena takut menjadi bahan omongan. Saksi korban menjadi sering disindir di media sosial dan untuk lingkungan keluarga orang tua saksi korban sangat malu dengan adanya foto tersebut,” beber JPU. (ang/sur)




  • Bagikan