Lima Hari Sewa Indekos, Pria Ini Ditemukan Tergantung Dalam Kamar

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Salah satu penghuni indekos di kawasan Rajabasa, Bandarlampung ditemukan tidak bernyawa. Di mana, yang bersangkutan baru menyewa kamar lima hari belakangan.

Jasad korban –J (30)– ditemukan kali pertama oleh salah seorang tetangga kamarnya, Sabtu (17/4) malam.

Erwin selaku pengelola indekos mengatakan, saat ditemukan, korban sudah tergantung di pintu belakang kamar kos. Korban juga diketahui belum lama menyewa kamar di indekos tersebut.

Menurut penuturan Erwin, dirinya tidak mengetahui secara pasti identitas korban. Korban sempat dimintai kartu tanda penduduk (KTP) yang menjadi syarat untuk menyewa kamar. Namun, korban belum sempat memberikan KTP tersebut dan hanya mengaku bahwa dia berasal dari pulau Jawa.

Baca Juga:   Kuasa Hukum Terdakwa Korupsi BUMD Lambar Optimis Kliennya Bebas Dari Dakwaan

“Katanya supir (pekerjaan, red), baru ngontrak di sini 5 malam. Ngakunya asal dari Jawa, waktu dimintai KTP katanya nanti,” tutur Erwin, Minggu (18/4).

Korban diketahui mengontrak di indekos tersebut bersama sang istri dan satu orang anak yang masih berusia satu tahun. Sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban sempat mengancam sang istri dengan mengaku akan bunuh diri. Lantaran panik, istri korban lantas melaporkan hal tersebut pada pemilik indekos.

Mendapati kabar tersebut, Erwin lantas datang ke indekos sekitar pukul 20.30 WIB. Namun, saat tiba di sana, Erwin yang mengintip melalui celah jendela melihat korban sudah tergantung.

“Istri korban bilang kalau suaminya mau bunuh diri. Waktu saya sampai, korban sudah tergantung pakai kain. Saya langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan sama-sama mendobrak pintu kamar,” tandasnya.

Baca Juga:   Asik Bermain Hujan, Bocah 3 Tahun Hanyut di Drainase

Terpisah, Kapolsek Kedaton Kompol Roni Tirtana saat dikonfirmasi membenarkan adanya pristiwa tersebut. Namun, pihaknya juga belum dapat memastikan identitas korban.

Roni juga membenarkan bahwa korban tinggal bersama istri dan anaknya. Namun saat kejadian tersebut, istri dan anak korban tidak berada di tempat.

“Iya benar. Korban juga baru tinggal selama lima hari di kos-kosan tersebut,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, korban diduga nekat mengakhiri hidup lantaran memiliki masalah keluarga. Itu disimpulkan setelah polisi menemukan adanya komunikasi dengan sang istri.

“Sepertinya mereka bertengkar dan ada masalah keluarga. Tapi tidak ada unsur kekerasan yang ditemukan di tubuh korban untuk sementara,” tuturnya. (ega/sur)



  • Bagikan