Lima Kecamatan Lampura Zona Merah, PTM Tetap Dilaksanakan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Lima kecamatan diwilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), berada pada status penyebaran covid-19 tinggi (zona merah).

Hal itu terjadi setelah adanya lonjakan kenaikkan kasus harian yang terjadi belakangan, meski program vaksinasi telah dilaksanakan pemerintah karena kesadaran dalam melaksanakan disiplin protokol kesehatan yang belum dijalankan sepenuhnya. Sehingga menjadi cluster, khususnya diwilayah desa/kelurahan 5 kecamatan.

Dari 5 Kecamatan itu yakni, Kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan, Kotabumi Utara, Bukit Kemuning dan Abung Timur. Sehingga pemerintah daerah mengambil kebijakan ketat melalui penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro (PPKM) sesuai zonasi.

“Ada lima desa/kelurahan di 5 kecamatan berstatus zona merah, sesuai arahan pemerintah kita akan melakukan pembatas sesuai zonanya. Mulai dari pembatasan kegiatan sosial, seperti ditingkat rt sampai kelurahan, rumah ibadah dan lainnya yang menimbulkan kerumunan, “kata Kabid P2 Dinkes Lampura, dr. Dian Mauli, Selasa, (4/5).

Baca Juga:   Tangani Covid di Desa, Bentuk Pos PPKM

Lanjut Mauli, Lampura kembali menambah 5 kasus baru. Dari sebelumnya menurun peningkatan sebanyak 41 orang, namun tetap menghimbau masyarakat patuh melaksanakan disiplin protokol kesehatan.

Apalagi belakangan ini, kata dia, ditemukan di wilayah Lampung ada varian baru yang masuk, sehingga tak menambah angka penyebaran kedepannya.

Bupati Lampura, Budi Utomo menegaskan bahwasanya pemerintah daerah akan lebih tegas terhadap disiplin protokol kesehatan dijalankan masyarakat.

Khususnya bagi wilayah yang berpredikat zona merah, dan umumnya orange serta kuning. Yang berdasarkan data, ada 9 desa/kelurahan (orange); 35 zona kuning dan sisanya 198 zona hijau.

“PPKM ini berlaku untuk semua zona, bukan hanya zona merah. Tapi semua, tak ada bedanya, “terangnya.

Sehingga, menurutnya, dengan demikian dapat menurunkan angka pertambahan kasus yang selalu meningkat belakangan disana.

Baca Juga:   Hamdalah, 236 Desa/Kelurahan Lampura Zona Hijau

“Kalau untuk PTM masih dilakukan, meski di zona merah karena sesuai surat edaran empat Mentri. Dengan memperketat protokol kesehatan, dan yang tidak dilakukan bilamana ada satu saja guru atau murid positif covid. Untuk menghindari penularan, “imbuhnya.

Sekdakab Lampura, Lekok menambahkan bahwasanya kebijakan pembatasan untuk diperketat. Khususnya wilayah pendemi berstatus zona merah dan orange, pihaknya menegaskan mulai tingkat rt sampai dengan kecamatan harus terlibat aktif.
Memantau pergerakan masyarakatnya, khususnya mereka keluar-masuk daerah karena banyak terpapar (Untuk pelaku perjalanan).

“Kami minta mulai ketua rt, kades/lurah sampai camat berperan aktif memantau ini. Jangan sampai lengah, “Tegasnya

Sebelumnya, Kabupaten Lampura kembali mencatat rekor penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19, Senin, (3/5), dengan total penambahan sebanyak 41 warga terpapar corona untuk menjelang pemberlakuan larangan Mudik, Kamis, (6/5) mendatang.

Baca Juga:   Arus Balik, 200 Ribu Rapid Tes Antigen Disiapkan Gratis

Hingga saat ini belum dapat melepaskan diri dari predikat zona orange, atau dengan status penyebaran sedang dan satu tingkat dibawah merah.

Menurutnya Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (p2) Dinas Kesehatan Lampura, dari jumlah itu 18 diantaranya adalah pelaku perjalanan.

“Sisanya 23 orang adalah hasil tracking dilakukan oleh gugus tugas. Dua puluh orang dengan gejala (suspect), dan 21 lainnya orang tanpa gejala (Otg), “kata Mauli.

Menurutnya, penambahan tersebut terjadi bukan dari mulai berdatangannya para pemudik yang melakukan perjalanan lebih awal ke kampung halamannya. Sebab, berdasarkan pemantauan di poin pos, belum menunjukkan gejala tersebut. Atau masih minim hasil dilapangan,” pungkasnya (ozy/yud).





  • Bagikan