Lindungi dan Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia di Masa Pandemi

  • Bagikan

Pertemuan tersebut salah satunya membahas terkait perlunya penguatan kebijakan pelindungan PMI dan keluarga. Terutama penanganan keberangkatan dan kepulangan PMI pada masa pandemi dalam rangka penanggulangan Covid-19 secara global serta selanjutnya untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


Concern kita adalah pada keberangkatan dan pulangnya pekerja migran. Hal ini harus termonitor dan kita juga harus bisa memprediksi, sehingga kesiapan daerah dapat ditingkatkan,” tegas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut dia, harus ada roadmap untuk membantu meningkatkan keterampilan masyarakat di daerah yang menjadi kantong calon Pekerja Migran Indonesia dengan pelatihan yang dapat melengkapi kebutuhan agar dapat meningkatkan peluang sektor bekerja di luar negeri.

Baca Juga:   Nilai Ekspor Indonesia Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Pada kesempatan tersebut, BP2MI menyampaikan berdasarkan data tahun 2020 hampir 120.000 PMI telah memanfaatkan program kartu prakerja.

“Dengan upskilling melalui prakerja, CPMI akan lebih berkualitas dan memiliki nilai lebih tinggi,” tutur Airlangga.

Selain memberikan program pelatihan untuk CPMI, BP2MI dan manajemen pelaksana program kartu prakerja juga telah melakukan diskusi terkait fasilitasi pemberian pelatihan kepada purna
PMI.

BP2MI rencananya akan membuka 92 titik layanan pendampingan bagi purna PMI di seluruh Indonesia.

Layanan pendampingan ini diharapkan dapat mendorong purna PMI untuk mengakses program kartu prakerja, sehingga dapat memperoleh pelatihan dalam rangka skilling, reskilling, maupun upskilling. (rls/ais)




  • Bagikan