Loekman : Jangan Ada Pasien Ditolak RS dan Puskesmas di Lamteng!


Bupati Loekman Djoyosoemarto saat menghadiri halal bihalal Diskes Lamteng Kamis (13/6). Foto Syaiful Mahrum/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Tengah mengadakan halalbihalal Idul Fitri 1440 Hijirah Kamis (13/6). Dalam kegiatan ini, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan tak ingin mendengar berita ada pasien sakit yang tidak dilayani di rumah sakit (RS) maupun puskesmas.

“Saya tak mau dengar orang sakit ditolak karena alasan tak ada BPJS Kesehatan. Apa pun kondisinya, jika pasien datang berarti memerlukan batuan. Terlepas mampu atau tidak. Jangan sampai ada berita rumah sakit dan puskesmas menolak pasien karena tak punya duit atau BPJS Kesehatan !,” kata Loekman.





Bahkan Loekman mengaku akan memantau sendiri lewat pemberitaan baik online atau cetak hingga ke media sosial. “Jika ada berita muncul, artinya kepedulian pemerintah tak sensitif,” tegas Loekman.

Pelayanan kesehatan masyarakat, kata Loekman, harus ditingkatan dengan inovasi-inovasi. “Status pelayanan kesehatan harus ditingkatkan. Jadikan RSUD Demang Sepulau Raya benar-benar jadi kebanggaan masyarakat Lamteng. Harus lebih baik pelayanannya dari RS swasta. Penambahan fasilitas secara bertahap akan disiapkan. Beberapa puskesmas akan diperbaiki. Puskesmas Gunungsugih akan dibangun tahun ini. Ada juga yang minta dibangun Puskesmas Linggapura, Kecamatan Selagailingga. Ini akan kita pertimbangkan,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, kata Loekman, Lamteng bebas stunting sudah dideklarasikan. “Kita pernah deklarasi Lamteng bebas stunting. Saya minta data ulang stunting by name by address. Sampai sekarang ini, saya belum terima laporan. Jangan ngomong aja sudah,” sindirnya.

Loekman menyatakan RSUD Demang Sepulau Raya sudah menjadi RS pendidikan setelah bekerja sama dengan FK Unila. “RSUD DSR sudah jadi RS pendidikan. Kita sudah jalin kerja sama dengan Unila. Kita upayakan juga jadi RS kesehatan kerja. Jika terwujud, kita jadi rujukan. Tenaga kerja yang akan ke luar negeri harus ada rekomendasi dari RS kita. Ini tantangan harus disambut baik dengan kerja keras,” ungkapnya. (sya/wdi)