LPMP Gelar Workshop Strategi Implementasi Kebijakan Kemendikbudristek Tahun 2021

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lampung, menggelar workshop koordinasi strategi Implementasi Kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2021, di Hotel Bukit Randu, Rabu-Jumat (13-15/10).

Kepala LPMP Provinsi Lampung, Zukirman berharap, kegiatan ini dapat menghasilkan suatu kesepakatan gagasan kebijakan, terutama untuk strategi Implementasi Kebijakan Kemendikbudristek Tahun 2021.


“Mudah-mudahan, workshop ini dapat berguna untuk mengambil kebijakan yang strategis,” ungkap Zukirman, Rabu (13/10).

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana, Dicky Himawan menjelaskan, kegiatan ini, di ikuti beberapa peserta yang dapat mengambil kebijakan. Seperti Unsur Pimpinan Universitas yakni Rektor IIB Darmajaya Dr.Firmansyah Y Alfian Husin, MBA.M.Sc.

Selain itu, ada juga Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Dr.Dalman,M.Pd, Perwakilan Rektor UBL, Unila, UIN, Ketua BAN, Perwakilan Kepala Sekolah, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) se-Provinsi Lampung.

“Dalam workshop ini, Kami menghadirkan empat pemateri. Yakni, Kepala LPMP Lampung Zukirman, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Lampung Ririn Kuswantari, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung dr.Reihana dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung, Drs.Sulpakar,” bebebrnya.

Baca Juga:   Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Ikut Program Bridging Course di Irlandia

Pelaksana Kegiatan, sekaligus Koordinator Fungsi Pengembangan Model Penjaminan Penjaminan Mutu Pendidikan LPMP Lampung, Dr.Rinderiyana,M.Pd  menambahkan, ada beberapa kebijakan Kemendikbudristek. Diantaranya program guru penggerak, program sekolah penggerak, asesmen nasional dan Kebijakan dalam Program Kampus Merdeka dan lainnya.

Sehingga, dalam kegiatan workshop koordinasi strategi Implementasi Kebijakan Kemendikbudristek Tahun 2021 ini, diharapkan dapat memberikan gagasan terkait program guru penggerak, karaktek asesman nasional dan beberapa hal terkait dalam bentuk usulan.

“Nantinya, akan di implementasikan dalam suatu kebijakan daerah. Salah satunya menghasilkan suatu model dari gagasan-gagasan yang mereka sampaikan. Outputnya akan ditindaklanjuti di tahun 2022 mendatang,”jelasnya.

Rinderiyana mengapresiasi para peserta yang hadir langsung merupakan pemangku kebijakan.

Baca Juga:   Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia ikut Program Pertukaran Mahasiswa Kampus Merdeka, Ini Daftarnya

“Apalagi ini kegiatan workshop berlangsung tiga hari. Kegiatan juga butuh komitmen dari mereka untuk membuat suatu gagasan yang akan di usulkan masing-masing kelompok dalam mengimplementasikan program dari Kebijakan Kemendikbudristek Tahun 2021. Misalnya untuk Program Guru Penggerak, Asesmen nasional dan Program sekolah penggerak secara menyeluruh di kabupaten/kota Se Provinsi Lampung,” katanya.

Menurutnya, kegiatan Workshop tersebut, sejalan dalam Program Mendikbudristek Nadiem Makarim. Seperti Merdeka Belajar, Kampus Merdeka sehingga dengan kehadiran beberapa Universitas yang notaben telah melaksanakan program tersebut.

“Karena saat ini juga ada beberapa mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar. Kampus merdeka artinya mahasiswa mengambil program ini sebanyak 20 sks persemesternya berlangsung selama tiga bulan. Tapi, ada beberapa kampus belum menerapkan hal tersebut. Makanya dalam workshop ini akan kita bahas,” tutup. (gie/yud)




  • Bagikan