Luar Biasa, Warga NU Bantu Korban Banjir di Mesuji

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Desa di Labuhan Permai, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji terdampak banjir akibat meluapnya air sungai di musim penghujan, Senin (10/1).

Dari kondisi tersebut membuat sejumlah tokoh, kader penggerak NU Kecamatan Way Serdang dan pengurus PCNU Kabupaten Mesuji bergerak cepat untuk membantu para korban yang terdampak banjir.



Ketua koordinator Kader Penggerak NU di Kecamatan Way Serdang, Tri Wibowo, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian warga NU kepada sesama.

“Sebab kami warga NU diajarkan oleh muazis untuk selalu siap dan tanggap akan kepedulian terhadap sesama. Apalagi ini masih saudara kita sendiri dan ini adalah wujud dari rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Bowo sapaan akrabnya mengatakan bantuan yang diberikan tersebut murni dilakukan atas dasar rasa kemanusiaan dan kepedulian NU terhadap sesama.

Selanjutnya, Bowo menjelaskan bantuan yang diberikan untuk korban banjir itu bersumber dari kas Laziz NU masing-masing ranting.

Serta penggalangan dana di pintu Exit Tol Way Kenangan dan Pasar Panca Warna, yang dilakukan oleh para kader NU di Kabupaten Mesuji.

“Alhamdulillah di gerbang tol Way Kenanga kami mendapatkan uang tunai Rp1.200.000,- dan di Pasar Panca Warna Rp1.300.000,” paparnya.

Bowo memaparkan, adapun bantuan yang diberikan kepada korban banjir meliputi paket sembako berupa beras, mie instan, minyak goreng, susu, kopi dan air mineral. “Sebelumnya kita sempat melihat namanya banjir pasti krisis air bersih,” ucapnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji, Sunardi menyampaikan, banjir tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan ditambah sungai yang mulai dangkal serta tersumbatnya aliran air sungai.

Sehingga Mengakibatkan akses jalan, lahan pertanian, perkebunan serta pemukiman warga terendam banjir.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada akan banjir mengingat saat ini curah hujan di Kabupaten Berjuluk Bumi Ragab Begawe Caram itu sedang tinggi,” Katanya. (muk/yud)






  • Bagikan