Malam Takbiran, Dua orang Tewas Luka Tusuk dan Bacok


RADARLAMPUNG.CO.ID – Peristiwa pembunuhan terjadi dia dua lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Lampung Utara (Lampura), pada malam takbiran, lebaran Idul Fitri, Minggu malam (1/5).

Peristiwa berdarah pertama terjadi di wilayah Kelurahan Sindangsari Kecamatan Kotabumi, sekitar pukul 22.39 Wib, Minggu malam. Lokasi tersebut, satu orang tewas mengenaskan bersimpah darah di bahu jalan setempat.





BNI (40) seorang pria warga Kelurahan Sindang Sari, tewas bersimbah darah di kejadian tempat perkara (TKP) setelah terlibat perkelahian dengan IHM yang merupakan masih kerabatnya sendiri.

Korban mengalami luka bacok di bagian punggung, leher dan paha. Perkelahian itu sendiri diduga dipicu adanya ketersinggungan terhadap pelaku dengan korban.

Dimana, berdasarkan informasi yang dihimpun, BNI (korban. red) bersama istrinya tinggal bersama di Kota Bogor berdekatan dengan saudara iparnya IHM (pelaku. red). Selama perantauan di kota Bogor BNI sering terlibat cekcok dengan istrinya Yanti. Yanti sendri kerap dipukuli oleh korban.

Pada tanggal 28 April 2022 korban dan pelaku melakukan perjalan mudik ke kelurahan Sindang Sari. Kemudian IHM bertemu dengan BNI pada saat di kampung halaman.

Akan tetapi pada saat bertemu BNI menunjukan sikap cuek dan acuh dengan cara membuang muka dengan saudara iparnya IHM tersebut.

Sekira pukul 22.39 WIB Minggu (1/5) keduanya bertemu di persimpangan jalan Bangun Rejo Kelurahan Sindang Sari. IHM langsung melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam jenis laduk sehingga korban mengalami luka serius pada bagian Punggung, Leher dan Paha.

Sementara itu, Kepala urusan (Kaur) Identifikasi Polres Lampura, Bripka Untung Sarwono saat dikonfirmasi awak media di TKP mengatakan, bahwa kondisi korban telah meninggal dunia di Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi.

Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadapnya, Jelas Untung terdapat luka bacok pada bagian punggung, leher dan paha.

“Korban sudah di semayamkan di rumah duka,” kata dia.

Ia juga mengatakan, jika korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar, kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kita mendapatkan informasi dari warga. Sehingga kita merapat dan melakukan olah TKP,” jelas Untung kepada sejumlah awak media.

Selanjutnya, peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) tepatnya di depan Bank BNI Kelurahan Bukitkemuning, Kecamatan Bukitkemuning, Kabupaten Lampura, sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (1/5).

Korban PG (25) warga Desa Simpang Tulungbuyut Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Waykanan, tersungkur di bahu jalan dengan keadaan bersimpah darah dengan sejumlah luka tusuk senjata tajam dibadannya. Korban di duga dianiaya sejumlah orang tidak dikenal (OTK).

Peristiwa naas tersebut, diduga dipicu akibat ketersinggungan antara korban dan para pelaku di jalan raya lintas sumatera tersebut.

Korban mengalami luka tusuk senjata tajam di bagian dada kiri dan dada samping kanan, hingga korban meninggal dunia saat menjalani penanganan medis di Puskesmas Bukitkemuning.

“Tidak tau Bang masalahnya apa. Tapi waktu itu, terjadi cek-cok mulut antara pelaku dan korban di jalan. Kayaknya sih, akibat ugal-ugalan bermotoran,” ujar salah seorang warga Bukitkemuning, Herman (27).

Meski di lokasi dalam ke adaan ramai dari warga. Namun, melihat peristiwa itu, kebanyakan hanya menonton dari kejauhan. Tidak lama kemudian, datang petugas polisi dari Polsek Bukitkemuning, setelah korban tergeletak tidak berdaya di jalan itu.

“Sempat jadi tontonan warga. Kemudian korban di Bawak ke puskesmas. Hingga kabar terkini meninggal dunia,” kata dia (ozy/yud)