Mampu Produksi 70 Ton Udang per Hari, Nilai Ekonomi Capai Rp1,08 Triliun per Tahun

  • Bagikan
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, dan Bupati Tulangbawang Winarti melihat hasil panen budidaya udang. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pertambakan udang di Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, masih menjadi salah satu andalan Indonesia dalam pembudidayaan produksi udang. Hal ini terlihat dari hasil produksi udang di Bumi Dipasena.

Jika memasuki musim panen, volume produksi udang bisa pada kisaran 30 sampai 70 ton perhari. Dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,08 triliun pertahun. Dengan rata-rata hasil produksi Juni 2020-Mei 2021 yakni sebanyak 15.895 ton/bulan atau sekitar 44,15 ton/hari.

Ketua Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah (P3UW) Lampung Suratman menjelaskan, kawasan tambak Bumi Dipasena memliki luas sekitar 6.800 hektare, terdiri dari 17.139 petak.

Dengan rincian 14.609 petak di antaranya produktif dan sisanya tidak. Komoditas yang dibudidayakan hampir 100 persen udang vanname. Sementara jumlah masyarakat yang menggantungkan hidup dari kegiatan tersebut sebanyak 6.500 kepala keluarga.

Baca Juga:   Polres Tuba Pastikan Proses Dugaan Pencabulan Oknum Kakam Masih Berjalan

Suratman menambahkan, kebutuhan harian petambak yang diperlukan yaitu benih udang 3-7 ton perhari, pakan 45-105 ton perhari, obat-obatan 50 ton perhari, dan es 120-280 ton per hari.

Selain dari penjualan udang, perputaran uang di Bumi Dipansena dihasilkan oleh kebutuhan benur udang sebanyak 21 juta kilogram, nilainya mencapai Rp263 miliar pertahun. Kemudian pembelian pakan, obat-obatan, hingga pembelian es dengan nilai ekonomi hingga puluhan juta rupiah pertahun.

“Ada beberapa hal yang sudah dilakukan P3UW seperti melakukan penggalangan dan swadaya masyarakat melalui program investasi Rp1.000 per Kg, melakukan revitalisasi mandiri, melakukan penanaman mangrove, melakukan monitoring udang, perbaikan pola kemitraan bagi hasil melalui koperasi, dan perbaikan jalan darat oleh P3UW,” kata Suratman ketika memaparkan kondisi pertambakan udang Bumi Dipasena di hadapan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Ketua Komisi IV DPR RI Sudin serta Bupati Tulangbawang Winarti, Selasa (15/6).

Baca Juga:   Kejari Tuba Warning Penimbun dan Pedagang Obat Nakal

Suratman berharap kedepannya para petambak di Bumi Dipasena dapat lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah.

“Kami ucapkan terimakasih karena selama ini KKP telah memberikan perhatian dan bantuan. Namun kami juga berharap kedepannya (para pertambak) dapat lebih diperhatikan lagi dan dicarikan solusi permasalahan yang ada,” terangnya.

Dia mewakili para petambak di Bumi Dipasena ingin kembali membangkitkan budidaya udang demi menggapai kesejahteraan petambak setempat. (nal/sur)




  • Bagikan