Manager PT Sorento Nusantara Kenal Soni Adiwijaya sebagai Ketua Organisasi Kepemudaan di Pringsewu

  • Bagikan
Saksi memberikan keterangan untuk terdakwa eks Bupati Lampung Tengah Mustafa secara telekonfrensi pada sidang lanjutan di Ruang Garuda, Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (28/1). JPU KPK hendak menghadirkan empat saksi, namun satu orang saksi tidak hadir, Ketiga saksi hadir yakni Budi Winarto alias Awi, Tafif Agus Suyono, dan Muhammad Supriat yang merupakan pihak rekanan atau pihak swasta dari PT Sorento Nusantara. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Turut dihadirkan menjadi saksi di persidangan atas terdakwa Mustafa, Manager PT Sorento Nusantara: Tapif Agus Suyono mengungkapkan bahwa ia mengenal Soni Adiwijaya, sejak Soni menjabat sebagai Ketua salah satu organisasi kepemudaan di Pringsewu.

Tapif menjelaskan, awalnya Soni merupakan seorang kontraktor di salah satu anak perusahaan PT Sorento Nusantara. Yang bergerak di bidang pergudangan pada tahun 2016.


“Kebetulan waktu itu memang dekat. Dan dia menawarkan pekerjaan di Lampung Tengah (Lamteng). Dan direspon baik oleh Pak Budi Winarto. Karena tadi didasari kepercayaan,” katanya, Kamis (28/1).

Lalu atas tawaran dari Soni itu, dibicarakan lah proses selanjutnya kepada tim. Sampai diperjalanan Soni pun mengungkapkan bahwa akan ada pertemuan dengan Mustafa. “Dan saya sampaikan langsung ke Pak Budi Winarto,” kata dia.

Baca Juga:   Laka di JTTS Kembali Terjadi, 4 Orang Meninggal Dunia

Namun agar dapat proyek, Budi Winarto pun mengetahui apabila ingin mendapatkan proyek harus membayar sejumlah fee. “Tapi sebelum ke Jakarta untuk bertemu Mustafa saya juga sudah bertemu dengan Soni di Giant Antasari. Saya menanyakan teknis kejelasan proyek. Karena memang setelah saya stor fee kok enggak kunjung dapat pekerjaan,” ungkapnya.

Sementara itu, M Yusuf Kasir PT Sorento Nusantara mengatakan jika ia yang menyerahkan uang Rp5 miliar secara bertahap. “Penyerahan secara bertahap kepada Soni sebanyak delapan kali atas perintah pak Budi,” katanya. (ang/sur)




  • Bagikan