Manfaatkan Halaman Sekolah, SMAN 9 Bangun Taman Ramah Lingkungan

  • Bagikan
Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar meresmikan taman suntory di SMA N 9 Bandarlampung. Foto Humas SMAN 9

RADARLAMPUNG.CO.ID – SMA Negeri 9 Kota Bandarlampung membangun Taman Suntory dan pengendalian air hujan dengan memanfaatkan halaman sekolah. Pembangunan taman tersebut sebagai upaya sekolah untuk memberikan tempat edukasi yang ramah lingkungan.

Kepala SMAN 9 Bandarlampung Suharto mengatakan, pembangunan taman suntory merupakan kerjasama dengan salah satu pihak swasta yang perduli dengan pendidikan. “SMAN 9 dipilih sebagai penerima bantuan karena sekolah tersebut tengah fokus dengan pembangunan literasi ramah anak dan Go Green,” katanya.

Ia menjelaskan, taman suntory tersebut bertujuan sebagai tempat belajar para siswa di luar kelas. Agar para siswa bisa mengasah kreatifitasnya dengan belajar di alam terbuka.

“Itu tidak hanya sebagai taman, tetapi juga bisa dijadikan aktifitas pendalaman anak,” jelasnya, Jumat (15/11).

Baca Juga:   Gelombang Pertama, UIN RL Terima 1.007 Peserta Jalur Mandiri

Ketua PGRI Provinsi Lampung tersebut menambahkan, pihaknya akan terus berupaya menjadikan lingkungan SMA N 9 Bandarlampung bermanfaat sebagai tempat belajar. Sehingga pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak swasta yang perduli dengan pendidikan.

“Kita selalu komunikasikan dengan pengusaha swasta yang perduli dengan dunia pendidikan yang ingin memberikan bantuan. Selain memberikan bantuan pihak sekolah juga akan memberikan waktu untuk para pengusaha untuk memberikan inspirasi kepada siswa,” ujarnya.

Chief Manufacturing Officer PT Suntory Yerki Teguh Basuki menuturkan, pembangunan taman literasi yang diberi nama taman Suntory merupakan pertama di Bandarlampung. Pemberian CSR tersebut merupakan hasil komitmen dari kepala sekolah untuk selalu memberikan edukasi kepada siswanya, agar selalu menjaga lingkungan.

Baca Juga:   Prodi Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, Materi Ajar Disesuaikan Dengan Perkembangan Zaman

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung sekolah yang memiliki program menjaga lingkungan sekolah. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan program Pemprov Lampung untuk mengurangi sampah plastik. Ia berharap, program tersebut dapat diterapkan juga di sekolah lainnya di Lampung.

“Saat ini pemprov mempunyai program pengurangan sampah plastik. Karena kemajuan teknologi dan budaya, kita sadari literasi semakin hari ada penurunan. Sehingga kami sangat mendukung SMA N 9 melakukan hal tersebut, dan ini sangat positif. Saya berharap, tidak hanya SMA N 9 saja, tetapi juga kalau bisa di SMA lainnya di Provinsi Lampung,” tukasnya. (rur/ang)




  • Bagikan