Manfaatkan Tenaga Surya, Mahasiswa Itera Ubah Air Laut Menjadi Air Tawar

  • Bagikan
Mahasiswa Itera melakukan penyuluhan kepada masyarakat di Pulau Rimau, Lampung Selatan. Foto Humas Itera For Radar Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Minimnya akses air tawar bagi masyarakat di Pulau Rimau, Lampung Selatan, membuat mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) berinisiasi menggagas pembuatan alat distilasi atau penyulingan air laut menjadi air tawar dengan tenaga surya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program kreativitas mahasiswa pengabdian masyarakat (PKM-PM) yang didukung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud Ristek RI.


Adapun inti dari pembuatan teknologi penyuling air laut tenaga surya tersebut dilakukan oleh para mahasiswa yakni Ahmad Rafi Apriliawan, Siti Muslimah, Andini Juliana yang merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Sistem Energi Itera, dan M. Fait Ali dari Prodi Teknik Material Itera. Para mahasiswa dibimbing oleh dosen Program Studi Teknik Sistem Energi Itera, Madi, S.T.

Di sana mahasiswa Itera membuat sebuah teknologi panel surya tipe monocrystalline berkapasitas 240 wp sebagai sumber energi pada alat penyuling air laut berukuran 40cm x 80cm x 15 cm dan mampu menampung 84 liter air laut. Alat tersebut mampu menghasilkan sekitar 24 liter air bersih dalam satu hari.

Baca Juga:   Bupati Mesuji Pantau Penerapan Prokes Pelaksanaan Tes CPNS

Alat bekerja dengan menampung air laut ke dalam bak penampung, kemudian dilakukan proses pengupan dengan bantuan water heater. Panel Surya bekerja sebagai sumber listrik water heater dengan bantuan inverter, yang kemudian akan menguapkan air laut menjadi air tawar yang dapat dimanfaarkan oleh masyarakat. Alat tersebut telah berhasil diterapkan di Pulau Rimau pada Sabtu, (7/8) lalu.

Salah satu mahasiswa Ahmad Rafi Apriliawan menyebut, jika Pulau Rimau selama ini merupakan salah satu daerah di Lampung yang masyarakatnya masih sulit mengakses air tawar. Lokasi permukiman warga yang sangat dekat dengan lautan membuat sumber air terasa sangat asin dan kurang bersih.

“Selama ini masyarakat setempat terkadang mendapatkan air tawar dari hasil tampungan air hujan yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari,” katanya, Minggu (8/8). Karenanya ia dan tim mendorong  mahasiswa Itera menciptakan teknologi panel surya untuk penyulingan air laut menjadi air tawar di pulau tersebut. Mereka juga tidak sekedar melakukan penerapan teknologi.

Baca Juga:   Bupati Mesuji Pantau Penerapan Prokes Pelaksanaan Tes CPNS

“Kita juga mengedukasi masyarakat terkait pengenalan panel surya sebagai teknologi energi baru dan terbarukan. Program yang digagas mahasiswa tersebut dinamakan Penerapan dan Edukasi (Peduksi),” ungkapnya.

Ditambahkan dosen pembimbing, Madi, S.T , yang menyebutkan jika teknologi panel surya dan alat penyuling air laut yang diterapkan sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Pulau Rimau. Selain itu, pemanfaatan panel surya diharapkan dapat mencerdaskan masyarakat terkait sumber energy baru yang ramah lingkungan.

“Saya yakin alat sederhana ini menjadi luar biasa kedepannya, dan saya bangga kepada mahasiswa yang dapat menjadi contoh untuk generasi pemuda agar terus berkarya, dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Madi. (mel/rls/sur)




  • Bagikan