Mantan Aparat Pekon Diduga Potong Dana PKH Bantuan Kemensos

  • Bagikan
Ilustrasi/foto sumber cermati.com

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mantan aparat Pekon Kaurgading, Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus diduga memotong dana program keluarga harapan (PKH) yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM).

Menurut Azwar, salah seorang tokoh adat Pekon Kaurgading, modus oknum berinisial BS tersebut dengan memegang ATM berikut tabungan dari KPM.


Saat dana sudah masuk ke rekening KPM, BS kemudian ke bank untuk mengambil dana. Pengambilan dilakukan secara kolektif.

Selanjutnya BS memberikan uang kepada penerima, namun jumlahnya tidak sesuai. Ini terjadi sejak 2018, saat BS masih menjabat sebagai kepala urusan.

“Sejak tahun 2018. BS diberi tugas oleh kepala pekon untuk mengurus hal yang berkaitan dengan PKH. Dia juga yang mendata dan mengusulkan warga untuk mendapat bantuan. Selama ini warga tidak tahu berapa dana riil yang diterima. Selain tidak tahu kalau uangnya dipotong, warga juga memberi uang bensin dengan jumlah variasi. Mulai dari Rp15 ribu hingga Rp50 ribu per orang,” kata Azwar.

Baca Juga:   Panglima TNI Tinjau Vaksinasi Covid-19 di UIN Raden Intan Lampung

Azwar mengungkapkan, pemotongan terungkap saat warga ke bank untuk mencetak transaksi di rekening. Baru diketahui, uang diberikan tidak utuh. Ada pemotongan Rp200 ribu hingga Rp225 ribu.

“Sebagian warga yang curiga akhirnya meminta ATM berikut tabungan dan mengecek ke Bank Mandiri Talangpadang. Dari situ warga tahu. Contohnya buku rekening tabungan atas nama Halimi. Tertera dana masuk Rp500 ribu dan dana keluar atau ditarik oleh BS dengan jumlah sama. Namun uang yang diberikan kepada Halimi hanya Rp300 ribu,” ungkapnya.




  • Bagikan