Mantan Kepala BPPRD Lamteng Jalani Sidang Vonis

  • Bagikan
ilustrasi getty images dok www.thescottishsun.co.uk

RADARLAMPUNG.CO.ID – Terbukti bersalah melakukan korupsi pajak sebesar Rp983 juta, mantan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Tengah Yunizar divonis satu tahun penjara.

Dalam pembacaan amar putusan yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang Efiyanto, terdakwa Yunizar dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum.


“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama saty tahun serta denda sejumlah Rp50 juta. Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar dapat diganti dengan kurungan selama satu bulan,” katanya, Rabu (8/9).

Selain itu lanjut Efiyanto, terdakwa Yunizar juga ditambah hukumannya dengan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sejumlah  Rp.983.042.204. Yang dibayarkan dari uang telah dititipkan oleh  Terdakwa dalam Tahap Penuntutan kepada Penuntut Umum.

Baca Juga:   Bobol Rumah, Gondol Mesin Air, Tertangkap Saat Hendak Jual Barang Curian

“Lalu memerintahkan Penuntut Umum untuk menyetorkan  uang sejumlah  Rp.983.042.204 ke Kas Daerah Kabupaten Lampung Tengah,” kata dia.

Untuk diketahui bahwa putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 16 bulan penjara dan denda Rp50 Juta subsider tiga bulan penjara serta uang pengganti RpRp.983.042.204.

Diketahui mantan Kepala BPPRD Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Yunizar menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, pada Kamis (29/7).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Aprianto, Terdakwa Yunizar disebut telah melakukan tindak pidana korupsi atas pajak yang disetorkan pihak PT Great Giant Pineapple. “Perbuatan terdakwa sendiri sudah dilakukan sejak triwulan tiga dan empat di 2017, dan pada triwulan satu sampai tiga di 2018,” katanya.

Baca Juga:   bank bjb Raih Penghargaan The Most Resilient Regional Bank 2021

Atas perbuatannya itu, negara pun mengalami kerugian mencapai total sebesar Rp983.042.204. Juga dari perbuatannya juga, terdakwa Yunizar didakwa dengan dakwaan primair dengan sangkaan pelanggaran Pasal 2 Ayat (1), Subsidair dengan dakwaan Pasal 3, atau dakwaan kedua dakwaan pasal 8, Juncto Pasal 18 Ayat (1) Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ang/wdi)




  • Bagikan