Mantan Pejabat Pemkot Metro Divonis Penjara 12 Bulan

  • Bagikan
Eks Kepala BPBD Kota Metro Pansuri divonis oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, dengan kurungan penjara selama 12 bulan terbukti korupsi rehab Pasar Cendrawasih Kota Metro. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID -Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro Pansuri menjalani sidang vonis dalam perkara korupsi rehab pasar Cenderawasih. Dalam sidang tersebut, majelis hakim memvonis Pansuri pidana penjara 12 bulan.

Ketua Majelis Hakim Hendro Wicaksono menjelaskan dalam amar putusannya, Terdakwa Pansuri terbukti bersalah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi. Dengan bersama dengan Terdakwa Suyitno selaku pelaksana kegiatan rehabilitasi pasar Cendrawasih Metro tahun anggaran 2018. “Selain dijatuhi kurungan penjara, terdakwa dikenakan denda sebesar Rp50 juta,” katanya, Kamis (30/9).


Menurut majelis hakim, Terdakwa Pansuri merugikan negara atas apa yang ia lakukan. “Negara rugi sebesar Rp481.679.103,19. Apabila terdakwa tidak dapat membayar pidana denda, maka diganti dengan pidana tambahan tiga bulan penjara,” kata dia.

Ditempat yang sama, untuk Terdakwa Suyitno sendiri divonis dengan kurungan penjara selama satu tahun dan tiga bulan penjara. Tentunya vonis yang ia terima ini lebih berat dari Terdakwa Pansuri.

Baca Juga:   Wagub Nunik di RSUDAM Jelang Persalinan

“Terdakwa pun diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp50 juta. Lalu subsidair tiga bulan penjara,” ungkapnya.

Untuk diketahui sebelumnya Pansuri dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro dengan kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Jaksa M. Riska Saputra menjelaskan dalam surat tuntutannya, apabila Terdakwa Pansuri didakwa bersalah. Dimana perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” katanya, Jumat (17/9).

Selain dituntut dengan kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan, Pansuri juga dikenakan denda sebesar Rp50 juta. “Dengan subsider kurungan penjara selama 3 bulan,” kata dia.

Baca Juga:   Transfer Dana Desa ke Lampung 2022 Turun Rp114,33 Miliar, Berikut Ini Rincian per Daerah

Lalu untuk uang yang dititipkan ke jaksa sebesar Rp481 juta dirampas untuk dikembalikan ke negara. “Jadi uang yang dititipkan ke jaksa untuk dirampas sebagai uang pengganti kerugian negara,”ungkapnya.

Sedangkan untuk terdakwa lainnya yakni Suyitno selaku rekanan, Jaksa menuntut dengan kurungan penjara selama 1 tahun 8 bulan. “Dan denda Rp50 juta subsider kurungan penjar selama 3 bulan,” jelasnya.

Pansuri diperiksa atas kasus dugaan korupsi di Dinas Perdagangan Kota Metro dalam kegiatan rehabilitasi pasar  Cendrawasih tahun anggaran 2018. Pada saat rehabilitasi Pasar Cendrawasih itu, menurut Kasipenkum Kejati Lampung Andrie Setiawan, Pansuri adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Proyek rehabilitasi pasar itu sendiri senilai Rp 3,7 miliar yang bersumber dari APBD Kota Metro tahun 2018. “Dari audit BPK Perwakilan Lampung, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 481,6 juta,” katanya. (ang/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan