Mantan Tukang Becak Itu Meraih Gelar Doktor  


RADARLAMPUNG.CO.ID – Kegigihan serta keuletan mengantarkan Eko Suncaka, S.Pd. M.M. meraih gelar doktor. Rabu (23/3), lelaki yang pernah menjadi tukang becak, buruh, penyapu gereja dan satpam ini diwisuda setelah menyelesaikan studi S3 di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL).

“Mimpi itu akhirnya terwujud,” aku Dr. Eko Suncaka. S.Pd. M.M kepada Radarlampung.co.id, Rabu malam (23/3).





Haru, bahagia dan bangga bercampur. Penantian serta kerja kerasnya membuahkan hasil. Kini suami dari Nurleli, S.Pd. ini berhasil menambahkan gelar dinamanya.

Ayah dari Adinata Bahuwirya dan Griseldis Salsabila mengucapkan terima kasih kepada orang tua, istri, anak, saudara dan sahabat yang telah men-support. Baik secara moril maupun non moril sehingga dapat menyelesaikan studi S3.

”Pencapaian ini bukan berarti dilewati dengan mudah. Tapi dengan tetesan ketingat dan air mata,” tegasnya,

Eko mengenang saat merangkak dari bawah. Anak pasangan almarhum Suratmin dan Tuminah itu pernah mengalami masa-masa sulit. Berbagai profesi dijalani.

”Saya pernah menjadi tukang becak selama 16 tahun,” kenangnya.

Pekerjaan berat tidak menyurutkan langkahnya untuk maju. Lepas dari pekerjaan tukang becak, Eko menjadi penyapu gereja selama empat tahun dan lima tahun sebagai satpam.

Eko mengaku tak putus asa. Ia tetap berupaya mengikuti pendidikan formal. Hal ini juga membawa perubahan hingga kini menjadi staf di Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI).

“Pencapaian ini seluruhnya akan diabdikan untuk keluarga besar saya pada khususnya dan masyarakat Pringsewu umumnya,” bebernya.

Ia berharap perjalanan hidupnya memotivasi putra putri di Pringsewu. “Walaupun kita lahir dari keluarga yang tidak mampu, bukan berarti hak untuk belajar menjadi terbatasi,” tandasnya.

Menurut dia, belajar adalah untuk semua orang. Tidak memandang kasta dan warna kulit. “Ketika kita bisa memimpikannya, berarti bisa mewujudkannya. Itu yang selalu jadi motivasi saya sampai saat ini,” ucapnya. (sag/ais)