Marak Lapak Liar di Pasar Panjang, Pemilik Ruko Sampaikan Keluhan

  • Bagikan
Kondisi Pasar Panjang yang dikeluhkan para pedagang menempati ruko. Di depannya terdapat banyak para pedagang kaki lima. FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Maraknya lapak liar di depan rumah toko (ruko) di Pasar Panjang, membuat sejumlah pedagang yang menempati ruko mengeluh. Ini dikarenakan mengakibatkan hilangnya rasa kenyamanan para pembeli yang hendak menuju ruko.

Salah satu pemilik ruko: Rendra menjelaskan, untuk para pedagang yang mendirikan lapak liar ini juga sebelumnya sudah disediakan tempat untuk berjualan. Tepatnya di dalam pasar itu sendiri. “Karena mereka tidak ingin menempati yang sudah disediakan akhirnya mereka nekat mendirikan lapak-lapak liar itu,” katanya, Minggu (9/5).

Padahal, kata dia, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana pun telah melakukan sidak beberapa waktu lalu. “Jadi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung akan melakukan relokasi para pelapak ini. Tapi sampai sekarang (relokasi) itu belum terealisasi. Dan akhirnya para pedagang ini masih menggelar dagangannya,” kata dia.

Baca Juga:   TP4D Bandarlampung Kembali Segel Tujuh Tempat Usaha, Tiga di Antaranya Hotel

Di perparah lagi, para pelapak itu sendiri tidak tanggung-tanggung mendirikan lapaknya. Sampai 24 jam lebih beroperasi. “Artinya mereka ini permanen mendirikan lapak ini. Padahal dari hasil sidak (Wali Kota) mereka boleh menggelar lapak, namun dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” ucapnya.

“Ini tentunya sudah melanggar Perda No. 8 tahun 2000 dan instruksi pemerintah mengenai pandemi Covid-19. Apalagi terlihat mereka juga sering melanggar Prokes di pasar,” tambahnya.

Menurut dirinya, para pelapak liar ini juga sangat menganggu aktivitas pemilik ruko itu sendiri. Di antaranya mereka susah untuk memasukan bongkar muat barang. “Tentunya ini sangat menganggu kami. Terutama lahan parkir kami pun berkurang apabila ada yang ingin berbelanja, mereka bingung mau parkir di mana,” jelasnya.

Baca Juga:   Pemprov Dukung Forum RPJMD Kota Bandarlampung

Untuk itulah dirinya berharap kepada Pemkot Bandarlampung agar bisa menertibkan para pedagang ini. “Kami sudah hampir 30 tahun berdagang disini (Pasar Panjang). Hingga sekarang tak ada solusinya dari pemerintah. Kondisinya semakin semrawut saja,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pedagang kaki lima yang saat ini masih menggelar Nurjanah (43) menjelaskan, apabila para pedagang kaki lima ini bertahan berjualan di depan ruko, hal ini dikarenakan dekat dengan jalan.

“Jadi memang banyak pembeli yang mampir. Ataupun sekedar melihat-melihat. Kalau kami dipindahkan ke dalam sepi yang akan membeli,” katanya.

Maka dari itu para pedagang kaki lima ini pun tak ingin direlokasi. Tetapi ingin bertahan berjualan di depan ruko tersebut. “Lebih baik kami di sini saja. Dan enggak mau kalau di relokasi ke dalam,” ungkapnya.

Baca Juga:   Ayo, Cegah Penyalahgunaan Narkoba dengan Terapkan Nilai-nilai Pancasila

Terpisah, ketika dikonfirmasi mengenai keluhan para pedagang ruko ini, Kadis Perdagangan Kota Bandarlampung Adiansyah belum merespon. Pesan WhatsApp yang dikirimkan ke dirinya pun belum dibaca. Begitu juga dengan pihak UPT Pasar Panjang, pun tak bisa dimintai konfirmasi. (ang/sur)



  • Bagikan