Marawis Pasti Nabila Lapas Rajabasa, Merubah Pribadi Napi Lebih Religi

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Menjalani hukuman di penjara, tak selama berisi dengan kesuraman. Hidup di balik jeruji besi, ternyata juga mengubah kepribadian seseorang dari masa kelam menjadi lebih religi.

Sujonggo/IST
Sujonggo/IST

Hal itu seperti dibuktikan Narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Rajabasa, Bandarlampung. Upaya memperbaiki diri diantaranya dengan berkegiatan religi. Diantaranya kelompok musik Marawis.

Penelusuran radarlampung.co.id, sebuah kelompok musik Islami Marawis yang dinamakan Pasti Nabila sudah beberapa tahun dibentuk di Lapas Rajabasa. Sejauh ini, Marawis Pasti Nabila ini diisi beberapa warga binaan terdiri dari 10 orang.

Diantaranya mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurnajaya. Pria yang akrab disapa Kanjeng ini tengah menjalani kasus dugaan korupsi. Selain itu, ada nama lain seperti napi kasus kakap lainnya seperti Santuri yang menjalani hukuman 19 tahun dan Syahroni yang dihukum 20 tahun penjara.

Baca Juga:   Hamdalah, Lampung Kembali Terima Vaksin Covid-19

Kepala Lapas Rajabasa Sujonggo mengatakan, di lapas yang dia pimpin memang ada Marawis Pasti Nabila.

“Ini Nabila singkatannya Narapidana Binaan Lapas. Dibentuk tentu untuk mengisi kegiatan rohani dan pembinaan spiritual warga binaan di Lapas. Alhamdulillah sudah sering mengisi acara di luar Lapas seperti undangan pengajian Akbar hari ini di Masjid Ar Rahim Desa Natar, Lamsel pukul 13.00 WIB,” kata Sudjonggo, Jumat (29/6).

Menurut dia, anggota Marawis juga diseleksi. Artinya yang punya bakat ke seni budaya bisa masuk. Sejauh ini, kata dia, Marawis Pasti Nabila juga sudah banyak undangan mengisi acara di luar Lapas. Selain berkesenian Islam, juga syiar agama karena banyak yang penasaran dengan Napi yang berceramah atau mengisahkan perjalanan hidupnya.

Baca Juga:   RS Darurat Asrama Haji Rajabasa Siap Digunakan Pekan Depan

“Ada seleksinya juga. Kalapas menjadi penasehat Marawis dan para Kabid sebagai pembina. Tetapi, kami tegas, untuk keluar mengisi acara, juga harus sesuai prosedur. Yakni permohonan yang mengundang dan perlu surat ijin dari Kanwil Kemenkumham dan Lapas untuk mendapatkan pengawalan sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Selain Marawis, lanjut Sujonggo, juga ada Band Lapas yang diberi nama Trabas Band. Bahkan, Trabas Band juga diundang hingga keluar Lampung.

“Sekalian mohon doanya, Trabas Band, Napi Rajabasa akan mengisi acara di Thamrin City n On air di 120 stasiun radio di Jakarta pada pertengahan Juli mendatang,” pungkas Sujonggo. (rlo/gus)




  • Bagikan