Ramai Kabar Masuk Mal Wajib Sudah Vaksinasi, Wali Kota Bandarlampung Angkat Bicara 

  • Bagikan
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Sumber Foto: Protokol Pemkot Bandarlampung 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Pusat resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) luar Jawa-Bali hingga 6 September mendatang. Meski beberapa daerah mulai turun level, untuk Bandarlampung tetap di Level IV.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan, pihaknya telah mendapat imbauan dari pusat. Meski tingkat BOR Bandarlampung telah turun, dan tingkat terpapar Covid-19 juga turun. Ibu Kota Provinsi Lampung ini masih di Level IV.


Dari arahan tersebut, lanjut Eva, ada beberapa tempat usaha yang sudah dibolehkan buka, seperti mal. Dirinya pun akan memanggil pengusaha mal, hotel, cafe, dan lainnya. Untuk menginformasikan arahan dari pusat. Meski pun buka harus dengan persyaratan.

“Mungkin besok bunda panggil. Kita harus kerjasama dengan baik. Mudah-mudahan kita semua bisa melakukan sesuai aturan. Dengan begitu sesegera mungkin bisa masuk zona aman,” ujar sosok yang kerap disapa Bunda Eva tersebut, Selasa (24/8).

Baca Juga:   Buru Pembobol Minimarket, Polresta Bandarlampung Bentuk Tim

Ditanya upaya menyikapi diperpanjangannya PPKM ini, wali kota wanita pertama Bandarlampung itu mengaku semua telah dilakukan. Mulai dari tes antigen secara acak ke masyarakat dan penurunan BOR. Sehingga dirinya meyakini, saat ini tinggal mengurangi kerumunan.

“Bagi seluruh masyaraktat Bandarlampung kalau tidak penting-penting amat lebih baik di rumah. Mohon maaf juga bagi pendatang mungkin ada acara atau apa mendatangi keluarga besar di sini, kalau tidak penting-penting amat habis acara silahkan kembali lagi ke tempat masing-masing,” imbaunya.

Ia pun bercerita, diri hasil tes antigen acak yang biasa dilakukan, banyak ditemukan masyarakat dari luar kota. Sehingga dirinya menyarankan untuk tidak keluar rumah jika tidak ada urusan penting. “Karena mobilitas kita ini luar biasa. Sebab kota besar. Makanya harus disiplin prokes Covid-19 dan vaksin,” ucapnya.

Baca Juga:   BPJN Lampung Serahkan Hibah BMN Mesin Pencacah Plastik ke Pemkot Bandarlampung

Terkait apakah masuk mal wajib vaksin, menurut Eva saat ini hal tersebut masih dibicarakan. Meski Forkopimda menyarankan wajib vaksin. Namun, mantan anggota DPRD Lampung itu masih akan berpikir lagi.

“Kalau vaksin masyarakat nggak salah. Masyarakat pengen vaksin, tapi Bandarlampung tidak ada vaksinnya. Nanti akan kita bicarakan lagi. Kalau harus kita lakukan vaksin penentuan untuk masuk mal, nanti kita arahkan dengan yang punya usaha,” ujarnya.




  • Bagikan