Masuki Musim Hujan, BPBD Tuba Petakan Daerah Rawan Bencana


ILUSTRASI/FOTO NET

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulangbawang bergerak untuk memetakan beberapa kecamatan yang rawan bencana.





Plt. Kepala BPBD Tulangbawang Akhmad Suharyo mengatakan, pihaknya memetakan beberapa daerah rawan bencana, seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Beberapa daerah rawan bencana ini tersebar di 15 kecamatan yang ada di Tulangbawang.

Suharyo menerangkan, di Tulangbawang terdapat tujuh titik daerah rawan banjir dan longsor. Sebagian besar daerah rawan banjir dan longsor ada di kecamatan yang dilalui aliran Way Tulangbawang.

“Kecamatan Menggala ada di Kampung Bugis, lingkungan ini menjadi wilayah langganan bencana banjir jika Way Tulangbawang meluap karena lokasinya tepat di pinggir sungai,” katanya kepada radarlampung.co.id, Rabu (25/12).

Dia menambahkan, daerah lain yang rawan bencana banjir dan longsor adalah Kecamatan Menggala Timur, Gedungmeneng, Denteteladas, Rawapitu, Gedungaji, serta wilayah Rawajitu.

“Untuk wilayah tersebut terus kita lakukan sosialisasi terhadap antisipasi bencana banjir serta tanah longsor. Ada beberapa gejala yang harus diketahui warga untuk mewaspadai terjadinya bencana seperti air sungai yang secara mendadak mengeruh, terjadinya retak pada tanah yang dapat mengakibatkan tanah longsor,” jelasnya.

Selain banjir dan longsor, mantan Inspektur Tulangbawang itu juga menerangkan ada dua kecamatan yang masuk kedalam peta rawan puting beliung. Dua kecamatan itu adalah Denteteladas dan Gedungaji.

Diketahui, Kecamatan Denteteladas masuk di dalam peta rawan puting beliung karena wilayahnya yang berada di bibir laut. “Memang di daerah Dente itu paling rawan untuk puting beliung, mengingat daerahnya yang sangat terbuka,” ujarnya.

Selain di Denteteladas, kecamatan yang masuk dalam kategori rawan puting beliung adalah Gedungaji.

Sementara itu, untuk meminimalisir dampak terjadinya bencana, BPBD setiap hari menugaskan personilnya untuk mengecek secara langsung debit ketinggian air di way Tulangbawang.

“Tim kami setiap hari terus melakukan pengukuran kenaikan debit air. Ini dilakukan guna mengontrol kenaikan air, apalagi wilayah Tulangbawang rata-rata banjir diakibatkan meluapnya way Tulangbawang,” terangnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dengan telah melakukan berbagai upaya seperti sosialisasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya warga yang bermukim di bantaran sungai.

“Dengan telah dilakukannya mitigasi bencana diharapkan dapat mengurangi resiko bencana dan menghindari jatuhnya korban jiwa. Selain itu, kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak kecamatan, jika terjadi bencana untuk sesegera mungkin melaporkannya sehingga dapat segera dilakukan evakuasi, serta dilakukan penanggulangan secepatnya mungkin,” tandasnya. (nal/sur)