Masyarakat Bisa Transaksi Non Tunai di Operasi Pasar, Ini Daftar Lokasinya

  • Bagikan
Sekprov Lampung Fahrizal Darminto didampingi Kepala KPw Bank Indonesia (BI) Budiharto Setywan dan Forkopimda memukul gong tanda dibukannya acara stabilisasi harga kebutuhan bapok dan eksistensi UKW Lampung di PKOR Wayhalim, Bandarlampung, Minggu (17/1). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Bank Indonesia, bersama TPID Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Operasi Pasar (OP) pada awal tahun 2021. Hal itu sebagai antisipasi kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis. Operasi pasar mengusung tema “Stabilisasi Harga Kebutuhan Bahan Pokok dan Eksistensi UMKM”.

Pelaksanaan operasi pasar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 3M 1T: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.

Pembukaan kegiatan operasi pasar tahun 2021 yang berlokasi di PKOR Wayhalim itu dihadiri Gubernur Lampung yang diwakili Sekprov Lampung Fahrizal Darminto, Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan, Satgas Pangan Polda Lampung, dan segenap tamu undangan.

Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan menuturkan, operasi pasar ini dalam rangka pengendalian harga pada inflasi, sehingga tidak terjadi gejolak harga di masyarakat.

Pada operasi pasar ini juga, masyarakat bisa menggunakan transaksi non tunai dengan menggunakan QR Code Indonesian Standar (QRIS). Sehingga bisa menjadi lebih aman transaksi di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:   Kabar Duka, Satu Dokter Spesialis Ortopedi Lampung Tutup Usia

“Terima kasih kepada Pak Sekda yang sudah menggunakan transaski non tunai dengan QRIS. Untuk masyarakat juga bisa mengikutinya dengan menggunakan transaksi non tunai, sehingga menjadi lebih aman di masa pandemi ini,” katanya, Minggu (17/1).

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Satria Alam mengatakan, operasi pasar tersebut sebagai upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi di daerah. Itu juga untuk menyikapi naiknya harga dan rendahnya daya beli masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Operasi pasar ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada 10 titik digelarnya operasi pasar, lima titik di Bandarlampung, dua titik di Pesawaran, dua titik di Lampung Selatan, dan satu titik di Metro.

Lebih lanjut ia menjelaskan, operasi pasar diikuti oleh produsen, distributor, dan 16 UMKM binaan Disperindag, dan Bank Indonesia. Komoditi yang disediakan antara lain gula kristal putih, dan minyak goreng, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam, beras dan bahan pokok lainnya.

Baca Juga:   Satgas Covid-19 Provinsi Lampung Salurkan Bantuan Sembako

“Harga yang diterapkan juga di bawah harga pasar, seperti telur ayam ras hanya Rp20 ribu per kg. Lalu, ada juga beras Rp53.500 per 5 kg,” tuturnya.

Adapun lokasi operasi pasar untuk Bandarlampung dipusatkan di Wayhalim (17/1), Kemiling (21/1), Panjang (25/1), Sukabumi (28/1), dan Telukbetung Utara (2/2).

Lalu Pesawaran akan ditempatkan di Gedong Tataan (15/2) dan Hanura (18/2). Kemudian Lampung Selatan di Natar (11/2) dan Jatimulyo (8/2). Serta Metro berlokasi di Ganjar Agung Metro Barat pada 23 Februari mendatang.

Sedangkan, UMKM binaan Bank Indonesia yang mengikuti operasi pasar antara lain Gapoktan Sepakat Jaya (pasarpedia) – produk beras, Koperasi Bina Mandiri Jaya – produk cabai, batik Deandra, dan kahut Sigerbori. Serta Suhita Bee Farm – produk Madu Suhita, dan Ilmuwan Snack – produk keripik pisang banahot. (rur/sur)




  • Bagikan