Masyarakat Harapkan Paket Rp 1,3 M Dapat Terealisasi

  • Bagikan
Kantor PUPR Kabupaten Lampung Utara. Foto Dok.

RADARLAMPUNG.CO.ID – Masyarakat Kabupaten Lampung Utara (Lampura), berharap pelaksanaan giat pembangunan dapat berjalan baik tanpa hambatan.

Pasalnya, setelah sebelumnya telah terjadi kegagalan terhadap dua program fisik. Diantaranya DAK Dinas Kesehatan dengan DAK Dinas Pendidikan dengan nilai pagu lebih dari Rp 6 miliar lebih.


Sehingga mereka meminta kepada pihak-pihak terkait untuk dapat mengedepankan aspirasi rakyat, khususnya ditengah pendemi saat ini.

“Jangan sampai kekecewaan sebelumnya terulang lagi, seperti kita ketahui bersama sebelumnya ada dua kegiatan fisik yang gagal. Padahal untuk menghutang pun sanggup masak ini yang sudah nyata-nyata dari kabupaten dianggarkan masih tidak jalan,” kata Firmansyah (52) salah seorang warga Kotabumi, setelah viralnya kisruh pelaksanaan kegiatan fisik senilai Rp1,3 miliar lebih, Rabu, (3/11).

Baca Juga:   Dinkes Lampura dan PDI-P Bukitkemuning Gelar Vaksinasi Covid-19

Sehingga, mereka berharap ada pembangunan di Lampura. Terkhusus jembatan gantung penghubung Desa Papan Rejo – Bandar Abung.

“Kami melepaskan ini dari kepentingan, jangan sampai ego sektoral mengorbankan masyarakat. Sebab, telah lama tak ada pembangunan di kabupaten kita cintai ini, “ujar warga lainnya, Dauri (47).

Disisi lain, Kabag Barang dan Jasa Seddakab Lampura, Chandra Setiawan belum dapat menjelaskan secara rinci terkait kelanjutan kegiatan fisik Jembatan Gantung di daerah aliran Way Rarem itu.

Namun, sepengetahuannya pernah ada melakukan penawaran, yakni CV Kecubung Mas. Namun setelah dimintai pembuktian tidak hadir, sehingga dianggap gagal.

“Padahal cuma lewat aplikasi daring (zoom meeting), namun setelah dua kali diundang untuk pembuktian tak hadir. Maka digagalkan, dan itu telah dibuatkan berita acara dan dikirim ke DPUPR,” ujarnya.

Baca Juga:   Dinkes Lampura dan PDI-P Bukitkemuning Gelar Vaksinasi Covid-19

Menyoal adanya perusahaan yang telah mendaftar sebagai peserta lelang terakhir, Chandra meminta menunggu sampai Kamis (4/11).

Informasi dikumpulkan dilapangan, pembuktian untuk perusahaan yang mengajukan penawaran terakhir telah dilaksanakan. Setelahnya sebelumnya memberikan data refrensi CV dimaksud (Aurora Abadi) dimasukkan kepada Barjas per tanggal 1 November 2021 oleh pihak berkepentingan.

“Pukul 17.00 tadi itu sudah tayang di LPSE, perusahaan telah melaksanakan pembuktian melalui zoom meeting. Setelah sebelumnya ditayangkan di website resmi ULP, jadi terlalu mengada – ada itu. Setiap proses kita laksanakan, namun kalau masih digagalkan ada apa ini bukti-bukti kami siap kok, “ujar salah satu sumber radarlampung.co.id yang enggan disebutkan namana. (ozy/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan