Mau Jadi Kepsek? Guru Harus Proaktif Ikut Program Guru Penggerak

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak merupakan visi mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.

Dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah meminta guru-guru proaktif mengikuti program Guru Penggerak.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng Syarif Kusen menyatakan informasi yang didapat akan ada revisi Permendikbud No. 06/2018.

Dalam Permendikbud itu, untuk menjadi kepala sekolah (Kepsek) harus ada beberapa persyaratan yang dipenuhi. Salah satunya diklat calon Kepsek.

“Kemungkinan diklat calon Kepsek terakhir diadakan akhir tahun ini. Jika sudah ada revisi Permendikbud, nggak ada lagi diklat calon Kepsek,” katanya.

Kepsek, kata Kusen, akan direkrut pemerintah melalui Disdikbud yang diambil dari guru-guru penggerak.

Baca Juga:   Dinas PMK Lamteng Minta Kakam Libatkan PDTI dalam Pekerjaan Fisik

“Guru-guru penggerak sebelumnya harus mengikuti seleksi dan dilatih Kemendikbud. Kesempatan meniti karir menjadi Kepsek sangat besar karena perekrutannya dari guru-guru penggerak,” katanya.

Dalam mengikuti diklat calon Kepsek, kata Kusen, dibiayai APBN dan APBD. Tahun ini, kata dia, sudah dilaksanakan diklat calon Kepsek di LPMP yang penyelenggaranya LP2KS.

“Peserta yang dibiayai APBD, TK dari 18 pendaftar yang lolos 5; SD dari 42 pendaftar yang lolos 34; dan SMP dari 57 pendaftar yang lolos 46. Kalau diklat yang dibiayai APBN, ada 38 orang yang lolos dari SD dan SMP,” ujarnya.

Karena itu, Kusen berharap kepada guru-guru proaktif mengikuti program Guru Penggerak. ‘Selain untuk meningkatkan kompetensi guru, juga untuk persyaratan menjadi Kepsek,” ungkapnya.

Baca Juga:   Kakek Bejat! Antar Fotokopi, Belikan Es Krim, Lalu Mencabuli

Terkait program Sekolah Penggerak, kata Kusen, juga tahapannya dari seleksi calon Kepsek.

“Harus memenuhi standar dari tes tertulis dan wawancara. Jika lulus bisa ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak,” katanya.

Sekolah Penggerak, kata Kusen, tujuan mengubah mainset guru dan Kepsek.

“Guru nanti jadi fasilitator. Hasilnya menuju hasil belajar siswa yang holistik. Anak-anak akan menuju profil Pancasila. Profil itu bagaimana? Ada enam unsur. Yakni anak didik harus kreatif; mandiri; beriman dan bertakwa kepada Tuhan serta berakhlak karimah; bergotong-oyong; serta Kebhinekaan secara global. Itulah sasaran yang akan dicapai oleh pemerintah pusat,” paparnya. (sya/sur)




  • Bagikan