Mau Nagih Hutang, Malah Ditahan

  • Bagikan
Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutolib dan Kasubag Humas Polresta Bandarlampung AKP Titin Maezunah saat memperlihatkan barang bukti Penganiayaan berupa baju berlumuran darah milik korban di Mapolsek Kedaton, Rabu (9/1). Foto Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Polsek Kedaton mengamankan dua tersangka kasus penganiayaan. Kedua pelaku adalah, Ali (34) warga Gunungsulah dan Rudi (35) warga Sepangjaya, Labuhanratu, Bandarlampung.

Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mukti mengatakan, kedua tersangka diamankan dari kediamannya masing-masing, Selasa (1/1). Mereka ditangkap berdasarkan laporan korban yang datang langsung ke Polsek dalam kondisi tekena luka tusukan benda tajam pada 19 Desember 2018 lalu.

Menurutnya, kasus ini bermula ketika kedua tersangka hendak menagih hutang sebesar Rp2,4 juta kepada Indra Sandi (34), warga Sukabumi, Kedaton, Bandarlampung. Saat itu antara korban dan tersangka sepakat untuk bertemu di Jalan Sultan Haji No. 7, Tanjungsenang.

Singkatnya, kedua belah pihak berselisih paham yang berujung pada pertumpahan darah. “Korban melapor kepada kami dengan kondisi berlumuran darah, katanya dia ditusuk orang yang menagih hutang sebesar Rp2,4 juta. Korban yang tidak mau bayar maka ditusuk tersangka,” kata Abdul saat ekspos kasus di Mapolsekta Kedaton, Rabu (9/1).

Baca Juga:   Polisi Tetapkan 3 Tersangka Penganiayaan Perawat

Menurutnya, melihat kondisi korban pihaknya langsung melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moelok (RSUDAM) dan mengambil baju korban untuk dijadikan barang bukti penyelidikan.

“Kita ambil baju korban yang berlumuran darah. Sejauh ini barang bukti yang lain masih dicari, termasuk badik yang telah di buang tersangka,” tandasnya.

Saat ini, sambung Kapolsek, kedua tersangka sudah diamankan di sel mapolsek Kedaton beserta barang bukti. Mereka terancam pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara. (mel/kyd)




  • Bagikan