“Mau Proyek? Fee 13,5 Persen Dulu”

  • Bagikan
Syahroni memberikan keterangan di persidangan Zainudin Hasan, Senin (14/1). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.IDPlotting proyek di lingkup Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) ternyata terjadi sudah cukup lama. Kabid Pengairan Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel) Syahroni dalam persidangan terdakwa Zainudin Hasan mengungkapkan, kegiatan plotting proyek telah terjadi sejak tahun 2013, semasa Hermansyah Hamidi menjabat Kepala Dinas PUPR.

“Saya mengatur (plotting, red) sejak Pak Herman menjabat menjadi kepala dinas pada tahun 2013,” ujar Syahroni di hadapan majelis hakim, saat menjadi saksi di persidangan Zainudin Hasan, Senin (14/1).

Menurutnya, saat itu Hermansyah memerintahkan dirinya menyampaikan data beberapa proyek ke para pokja dan panitia pelelangan, berikut nama-nama rekanan kegiatan. “Karena semua rekanan ini sebelum mengerjakan proyek mereka meminta dan berkoodinasi dengan Pak Herman, baru ke saya,” bebernya.

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

Sebelum memenangkan plotting proyek, lanjut Syahroni, para rekanan wajib menyerahkan dana dan dititipkan ke dirinya. “Setiap proyek itu mereka wajib menyerahkan fee proyek sebesar 13,5 persen,” terangnya. (ang/sur)




  • Bagikan