Media Online Tanpa Pewarta Dinilai Rugikan yang Aktif

  • Bagikan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Metro, Farida. Foto IST

RADARLAMPUNG.CO.ID – media online tanpa pewarta (wartawan) daerah di Kota Metro dirasa merugikan media online lain yang aktif melakukan peliputan secara langsung di lapangan.

Terlebih, media online tanpa pewarta tersebut diduga kerap mencuri berita dengan cara copy paste berita. Hal itu juga berdampak pada kerjasama publikasi antara media dan pemerintah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Metro, Farida mengungkapkan, Media Online tanpa wartawan dianggap hanya memangaatkan kerjasama publikasi dengan meng-Copy Paste berita dari media online lainnya yang ada untuk pencairan dana kerjasama dengan pemerintah.

Akibatnya, dana kerja sama publikasi dengan media yang dinilai minim sangat berdampak pada pembayaran publikasi untuk media Online.

Pasalnya, keberadaan media Online semakin bertambah. “Tahun kemarin, kerjasama publikasi antar Kominfo dan media online sekira Rp1,5 juta per bulan. Tahun ini jadi menurun Rp1,2 juta per bulan. Itu karena banyaknya media online,” kata Farida, kemarin. (29/5).

Dia menjelaskan, dari pembayaran Rp1.200. 000 tersebut, juga dikenakan PPN 10% dan PPh 2%, sehingga nominalnya menjadi sekitar Rp1.069.091 per bulan. “Dana itu masih dikenakan pajak dan pembayarannya dilakukan tiap tiga bulan sekali,” ungkapnya.

Menurutnya, kedepan pihaknya akan melakukan verifikasi data media online untuk meminimalisir media online yang memanfaatkan media lain untuk mengambil keuntungan pribadi.

Sementara, Kepala Bidang Informasi Dinas Kominfo, Yuda Yunianto, mengatakan verifikasi data media online yang benar-benar aktif di lapangan akan dirujuk melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Lampung.

“Kami akan melakukan verifikasi media sesuai yang dianjurkan dengan BPK. Dimana nantinya akan dibuatkan perwali untuk meminimalisir media yang tidak aktif,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi memprihatinkan tersebut sangat dirasakan media online yang wartawannya aktif melakukan peliputan kegiatan Pemkot Metro.

“Kami perhatikan ada wartawan yang pegang dua media, itukan tidak elok. Apalagi beritanya sama semua, hanya Copy Paste. Kasian teman-teman media yang memang benar melakukan peliputan secara langsung,” tambahnya. (rls/apr/kyd)




  • Bagikan