Mediasi PT TOP-Warga Soal Kerusakan Lahan, Ini Hasilnya

  • Bagikan
Bupati Lambar Parosil Mabsus memimpin mediasi antara PT TOP dan warga yang merasa dirugikan akibat aktifitas pembangunan PLTMH. FOTO NOPRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemkab Lampung Barat mempertemukan pihak PT Tiga Oregon Putra (TOP) dan warga Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau.

Langkah tersebut untuk mencari solusi terbaik terkait konflik yang terjadi akibat aktifitas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Dusun Tabak, Pekon Balak dan Waykuwol, Pekon Kegeringan Kecamatan Batubrak.

Pertemuan digelar di ruang rapat Pesagi Sekretariat Pemkab Lambar dan dibuka Bupati Parosil Mabsus, Selasa (23/2).

Turut hadir, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wasisno Sembiring, Wakapolres Lambar Kompol Dwi Santosa dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ansari.

Kemudian Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Endiawan, Kabag SDA Sri , Camat Belalau Akmal, Site Manager PT Tiga Oregon Putra Cahyono Kusumo Aji dan Peratin Pekon Bedudu Alexander Metias bersama perwakilan warga.

Baca Juga:   Lambar Zona Merah, Bupati Ingatkan Warga Lebih Disiplin Prokes

Parosil Mabsus mengungkapkan, mediasi tersebut dilakukan untuk mencari titik temu dan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi antara pihak PT TOP dengan masyarakat yang terdampak. Di mana, disinyalir menimbulkan kerusakan lahan milik warga.

“Mediasi ini bukan cari-cari kesalahan. Tapi mencari titik temu. PT Tiga Oregon Putra tak boleh dirugikan, termasuk masyarakat. Pembanguan ini merupakan investasi di Lambar untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat,” kata Parosil.




  • Bagikan