Melek Digital Diperlukan Dalam Pengembangan Usaha 

  • Bagikan
Ajak online 2021, Goll..Aborasi bisnis online. Foto Gambar Layar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pelaku usaha harus bersahabat dengan perkembangan digital saat ini. Hal itu terungkap saat berlangsungnya Goll..Aborasi bisnis online oleh JNE.

Founder Damarian, dan juga owner Puttei Banana Chips Heri Andrian mengatakan, di toko oleh-oleh yang dimilikinya, banyak produk UMKM Lampung yang dijualnya, itu salah satu langkah untuk mendukung UMKM. Selain itu, banyaknya usaha yang serupa, memaksanya mencari solusi, dan strategi pemasaran yang lebih luas, agar bisnisnya tetap eksis.

“Saat ini harus memperbaharui digital, mau tidak mau, harus belajar mengenai digital, dan juga digital marketing. Karena ini jangkauannya lebih jauh. Sehingga kita dapat memasarkan produk kita lebih luas lagi, kita juga harus memanfaatkan jaringan yang kita miliki,” ujarnya, Kamis (17/6).

Ia juga berpesan kepada masyarakat yang baru memulai, atau yang akan memulai bisnis, untuk terus belajar, dan jangan takut untuk memulai menjadi pengusaha. Lalu, berani mengambil resiko, berani membuat terobosan, dan strategi yang digunakan.

“Saya selalu based on data, jadi saat membuat keputusan pun harus based on data. Serta kita perlu mentor yang sudah berpengalaman sebagai tempat kita bertanya, jangan malu untuk bertanya,” katanya.

Baca Juga:   Triwulan II 2021, NPL bank bjb Terjaga di Tingkat Rendah

Sementara, narasumber lainnya, Nabilla Zahara selaku pemilik  Nabilla fashion of sulam usus mengatakan, yang membedakan produkmya dengan yang lain, dari bahan yang digunakan. Selain itu, pihaknya juga berkomitnen untuk mengikuti zaman. Dirinya berinovasi dengan desain modern yang mengikuti era sekarang

“Sehingga sulam usus ini bisa dipakai dalam segala macam kesempatan acara. Bahan yang kita gunakan ini bahan ceruti, jadi lebih soft, dan cocok dipakai di berbagai acara,” katanya.

Dikatakannya, pandemi Covid-19 yang terjadi, tentunya memiliki dampak positif dan negatif. Dari sisi negatif, pendapatan yang diraih pasti menurun drastis.

“Tapi dampak positifnya, karena kita sepi pengunjung, mau tidak mau, kita gali ilmu di bidang perdigitalan. Kami memperbaiki sistem secara digital,” imbuhnya.

Sehingga, menurutnya, saat ini harus belajar mengenai dunia digital di samping harus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

“Dengan digitalisasi yang dilakukan, kita punya power yang kuat, dan sangat berpengaruh di branding dan bisnis kita. Kita juga harus memasukkan produk kita di market place yang ada, bahkan bisa juga di pasar internasional melalui market place. Kita harus berani, kalau tidak, kita bisa ketinggalan. Serta juga harus berkolaborasi, dan memperbaiki digital portofolio,” ungkapnya.

Baca Juga:   Ekonomi Lampung Tunjukkan Pertumbuhan Positif

Sementara, Kepala Cabang JNE Lampung Ahmad Junaidi mengatakan, JNE Lampung juga mendukung UMKM untuk memasarkan produknya dengan adanya gerai yang tersebar di seluruh wilayah Lampung. Sehingga nantinya lebih memudahkan teman-teman UMKM dalam mengirimkan produknya ke seluruh tujuan wilayah.

Kegiatan lainnya untuk memaksimalkan servis UMKM, lanjutnya, pihaknya bersinergi dan berlokaborasi dengan berbagai pihak, baik sektor pemerintahan maupun swasta.

“Kita juga selalu mengadakan training terkait online atau digital, agar meningkatkan kemampuan teman-teman UMKM di bidang digital,” tuturnya.

Menurutnya, adaptasi dan inovasi diperlukan, agar bisa berkembang dalam mengembangkan sayap usaha yang tengah dijalani.

“Juga perlu masukan dari berbagai pihak yang bisa membantu untuk mengembangkan usaha kita,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan