Melihat Kerja Pasukan ’’Berani Mati’’ PLN

  • Bagikan
Tim PDKB UPT PLN Tanjungkarang saat memanjat tower transmisi PLTU New Tarahan–Ir. Sutami, Selasa (2/2) lalu. FOTO RIZKY PANCHANOV/RADARLAMPUNG.CO.ID

Pegang Kabel Teraliri Listrik Bertegangan 150 kV

Pasukan berani mati. Itulah yang tecermin pada tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) milik PLN. Tim berisi 16 orang ini memiliki pekerjaan berisiko tinggi. Mereka bisa memperbaiki saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dan gardu induk berkapasitas 150 ribu volt tanpa harus memadamkan aliran listrik terlebih dahulu demi masyarakat tetap bisa menikmati listrik walaupun sedang perbaikan.

Laporan Rizky Panchanov,
BANDARLAMPUNG

DI kaki bukit Desa Tarahan, Katibung, Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (2/2) lalu, sepuluh pria berpakaian serbaoranye terlihat sibuk menyiapkan peralatan. Mereka adalah tim PDKB milik Unit Pelayanan Transmisi (UPT) PLN Tanjungkarang. Pasukan elitenya PLN yang eksis sejak 11 tahun lalu. Kemampuannya bisa memperbaiki listrik berkapasitas besar tanpa harus dipadamkan tentunya nyawa menjadi taruhan.

Pagi itu, tim PDKB UPT Tanjungkarang hendak memperbaiki isolator tension tower transmisi SUTT 150 ribu kilovolt (kV) yang menjadi penghubung PLTU New Tarahan–Gardu Induk Ir. Sutami yang pecah akibat tersambar petir. Lokasinya yang berada di perbukitan Tarahan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Radar Lampung berkesempatan melihat langsung tim ini bekerja. Lereng bukit yang terjal harus dilalui. Sesekali, kami berhenti untuk sejenak mengambil napas dan minum. Setengah jam berjalan kaki, kami pun sampai di lokasi tower SUTT berdiri. Lega rasanya, dari atas terlihat pembangkit PLTU Tarahan dan pemandangan suasana perairan teluk Bandarlampung yang sibuk dengan aktivitas bongkar-muat kapal.

Baca Juga:   PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 T di Semester I 2021

Saat tiba, tim pun menyiapkan segala hal. Dari peralatan kerja, peralatan safety penunjang keselamatan kerja hingga melakukan pengukuran ulang peralatan kerja. Rapat pun dimulai, pengawas lapangan dipimpin Rian Pratama menjelaskan apa yang akan mereka kerjakan. Sedangkan, pengawasan K3 dilakukan Yudo Prasetyo menjelaskan keselamatan kerja yang harus ditaati serta membeberkan potensi bahaya di pekerjaan itu. Tak lupa, doa dan yel-yel penyemangat pun dikumandangkan.

Delapan orang tadi kemudian memasang helm, body harnes dan peralatan safety lain. Mereka kemudian memanjat tower. Sedangkan, dua lainnya bekerja di bawah. Karena hendak mengganti isolator, tim pun menggunakan metode touching conductor. Alias metode sentuh langsung, metode ini memegang langsung kabel listrik beraliran 150 ribu volt atau 150 kilo volt (kV).

Di hari itu, pengawas lapangan, menunjuk Qayrulnas dan Fadil Muhammad Ayub untuk menjadi hot end man. Keduanyalah yang menjadi eksekutor melepas isolator dengan memegang langsung kabel yang beraliran listrik 150 kV itu.

Baca Juga:   PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 T di Semester I 2021

Sebenarnya untuk menjadi hot end man semua personel bisa. Sebab, tim di PDKB ini memiliki sertifikat dan kemampuan yang sama. Untuk menunjuk siapa yang menjadi hot end man kewenangan pengawas pekerjaan. Keduanya pun dipakaikan conductive suit. Baju yang memiliki topi lengkap dengan sarung tangan dan kaos kaki ajaib ini cara kerjanya justru bukan membuat pemakainya kebal dengan listrik. Tetapi baju ini mampu mengalirkan listrik bertegangan tinggi itu di badan tanpa menyetrum penggunanya. “Paling rasanya seperti digigit semut,” kata Qayrulnas kepada Radar Lampung di sela-sela ia memakai conductive suit.

Pria 23 tahun ini menjelaskan, baju itu benangnya dibuat dari serat baja dan serat anti api. Baju ini bisa mengalirkan listrik hingga 765 kV. Ketika di atas, Qayrulnas membuktikan kepada wartawan ini tangannya menyentuh kabel yang masih menyala listrik. Seketika seperti mengeluarkan bunyi raket listrik jika terkena nyamuk. Apa dampaknya jika menyentuh kabel berkekuatan 150 kV tanpa conductive suit?.

“Bisa menyebabkan kematian. Kekuatan 20 ribu volt saja sudah bisa membuat tubuh manusia terbakar 100 persen,” jelas pria yang baru bergabung enam bulan di PDKB ini.




  • Bagikan